p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Orasi Al-Idaroh
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AGAMA DALAM KEKUASAAN MEDIA (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce terhadap Iklan Televisi) Nurfiana, Efen; Halwati, Umi
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 13, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v13i1.9619

Abstract

Kurangnya sikap kritis dan kentalnya tradisi keagamaan dalam masyarakat Indonesia memudahkan media untuk menanamkan kekuasaannya melalui komodifikasi agama. Adanya larangan Etika Pariwara Indonesia (EPI) yang menyebutkan keterlibatan tokoh agama dalam iklan tidak membatasi adanya iklan yang melakukan komodifikasi tokoh agama. Iklan Biskuit Kokola, iklan Larutan Cap Kaki Tiga dan iklan Telkomsel Versi Haji, ketiga iklan tersebut menggandeng tokoh agama sebagai brand ambassador, yakni Mamah Dedeh dan Ustadz Maulana. Adanya unsur agama dalam kekuasaan media dapat mempengaruhi perkembangan Islam kontemporer. Kajian ini menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce untuk menginterpretasi tanda atas adanya relasi kuasa berdasarkan teori Michel Faucoult. Kajian ini menemukan bahwa ketiga iklan tersebut memiliki kemiripan pola kekuasaan media. Kekuasaan dibentuk melalui keterhubungan antara profesi dai dan ideologi, yang secara garis besar dapat dikaitkan dengan budaya keagamaan masyarakat. Kekuatan relasi yang dibentuk oleh kesatuan profesi dan keagamaan tersebut mengelompokan dukungan masyarakat terhadap konsumsi produk, demikianlah sistem kapitalis dimenangkan.
PENCEGAHAN PERILAKU UJARAN KEBENCIAN (HOAX) DI MASYARAKAT (Studi Kasus di Desa Cinangsi Kecamatan Gandrungmagu Kabupaten Cilacap Jawa Tengah) Imam Alfi; Umi Halwati; Kuswantoro Kuswantoro
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 1 No 2 (2021): September, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v1i2.457

Abstract

The development of information and communication technology encourages access and dissemination of information to be unlimited. The spread of hate speech, to negative behavior on social media is increasingly happening. In the end, human activities are dominated by gadgets for reasons of being faster, more practical and more efficient. This situation makes people faced with the problem of self-control in the use of gadgets. This research is a qualitative research with a field approach. Determination of informants is done by snowball sampling technique, namely data obtained from key informants. This key-informant helps or will be able to develop based on the instructions given by him. This research data collection used interview and observation techniques. Meanwhile, data analysis was carried out through data reduction from data obtained in the field. Based on the results of the study, it can be concluded that the factors supporting hoax behavior are: 1). Unfavorable Situation, 2). Easy internet access for the Gawai Community 3). Lack of awareness and responsibility 3). Lack of role of community leaders. The preventive measures can be carried out in the following ways: 1). Be careful with provocative titles 2). Pay attention to site addresses 3) Fact check 4). Check the authenticity of photos 6) Participate in anti-hoax discussion groups. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mendorong akses dan penyebaran informasi menjadi tanpa batas. Penyebaran ujaran kebencian, hingga perilaku negative di media social semakin banyak terjadi. Pada akhirnya aktifitas manusia lebih banyak didominasi oleh gawai dengan alasan lebih cepat, praktis dan efesien. Keadaan ini menjadikan masyarakat dihadapkan pada persoalan kontrol diri dalam penggunaan gawai. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan lapangan. Penentuan informan dilakukan dengan teknik snowball sampling, yaitu data didapatkan dari key informan. Key-informan ini membantu atau akan dapat berkembang berdasarkan petunjuk yang diberikan olehnya Pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi. Sedangkan, Analisis data yang dilakukan melalui reduksi data dari data yang diperoleh di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulakan bahwa faktor-faktor pendukung perilaku hoaks adalah : 1). Situasi Tidak Kondusif, 2). Akses internet mudah Masyarakat Gawai 3). Minimnya kesadaran dan tanggung jawab 3). Kurang perannya tokoh masyarakat. Adapaun tindakan penceganhannya dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1). Hati-hati dengan judul provokatif 2). Cermati alamat situs 3) Periksa fakta 4). Cek keaslian foto 6) Ikut serta grup diskusi anti-hoaks.