Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

POTENSI PEMBERDAYAAN PARIWISATA BERPERSPEKTIF GENDER MELALUI INDUSTRI KREATIF KAOS BANYUMASAN Dimas Rahman Rizqian; Aan Herdiana
Jurnal El-Hamra : Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol. 7 No. 3 (2022): Jurnal el-hamra: Kependidikan dan Kemasyarakatan
Publisher : CV. Amerta Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62630/elhamra.v7i3.274

Abstract

Industri kreatif merupakan salah satu tulang punggung, perekonomian tanah air. Melihat saat ini industri kreatif khususnya kaos mengalami perkembangan, maka penting untuk melihat bagaimana potensi pemberdayaan masyarakat melalui industri kreatif fashion kaos Banyumasan yang berperspektif gender. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan atau library research. Pengembangan pariwisata, Industri kreatif dan keberpihakan kepada perempuan mutlak diperlukan. Kesadaran tersebut merupakan salah satu potensi yang bisa dikembangkan untuk memajukan ekonomi daerah. Pengembangan industri kreatif harus senantiasa mendapat perhatian yang memadai, sebab keberadaannya memberikan dampak positif yang akan berpengaruh pada kehidupan sosial, iklim bisnis, peningkatan ekonomi, dan juga berdampak para citra suatu kawasan tersebut. Walaupun tidak sebesar potensi pasar yang dimiliki oleh Dagadu Jogja misalnya, akan tetapi kaos Banyumasan ini memiliki potensi yang tidak kalah besarnya. Banyak masyarakat Banyumasan yang kerja di luar daerah, luar pulau, hingga luar negeri, seharusnya mereka dapat mejadi target pasar distribusi dan penjualannya. Kata kunci: Pemberdayaan, Pariwisata, Gender, Industri Kreatif, Kaos Banyumasan
Ruang Publik Deliberatif Digital: Analisis Platform Symbolic ID dalam Perspektif Demokrasi Deliberatif Jürgen Habermas Dimas Rahman Rizqian
Jurnal Sosial Politik dan Hukum Vol. 2 No. 01 (2025): Jurnal Sosial Politik dan Hukum
Publisher : Jurnal Sosial Politik dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article explores the application of Jürgen Habermas’s deliberative democracy in the digital platform Symbolic ID. By positioning “usefulness” as the primary interaction parameter, Symbolic ID aims to construct an inclusive and meaningful public sphere. This paper analyzes how metacognitive features and the “Insignia Social” component of the platform resonate with Habermas’s ideas of communicative rationality, public discourse, and active participation. The findings indicate that Symbolic ID represents a practical attempt to foster democratic digital deliberation amid the noise and polarization of online discourse.
Analisis Kritis-Transformatif Data Pembangunan Manusia Berbasis Gender Dimas Rahman Rizqian
Ulul Albab: Majalah Universitas Muhammadiyah Mataram Vol 27, No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jua.v26i2.23488

Abstract

Abstrak: Analisis kritis-transformatif terhadap pembangunan manusia berbasis gender dan eksplorasi potensi di Kabupaten/Kota merupakan suatu hal yang amat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembangunan manusia berbasis gender dan mengeksplorasi potensi yang dapat memajukan pembangunan manusia berbasis gender di Kabupaten Pemalang. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, IPM Kabupaten Pemalang tidak memiliki peningkatan yang signifikan, yang mana pada tahun 2020 IPM Kabupaten Pemalang yaitu 71.41 bagi yang berjenis kelamin laki-laki dan 61.29 bagi yang berjenis kelamin perempuan, sedangkan pada tahun 2021 IPM Kabupaten Pemalang yaitu 71.41 bagi yang berjenis kelamin laki-laki dan 61.96 bagi yang berjenis kelamin perempuan. Kedua, IPG Kabupaten Pemalang pada tahun 2021 yaitu 86.49 berada dibawah IPG Jawa Tengah yakni 92.48 dan Nasional yaitu 91.06. ketiga, IDG Kabupaten Pemalang yaitu 81.27 yang mana data tersebut lebih tinggi dari pada Provinsi Jawa Tengah yaitu 71.64 dan Nasional yakni 75.57. Akan tetapi data tersebut tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan dibanding tahun sebelumnya. Data IDG Kabupaten Pemalang pada tahun 2021 yaitu 81.27 dan pada tahun 2020 yaitu 80.95. keempat, posisi Kabupaten Pemalang berada dalam Kuadran III (IPM dan IPG dibawah Regional) bersama dengan Kabupaten Brebes, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Blora, Kabupaten Rembang, Kabupaten Pati, Kabupaten Batang, Kabupaten Tegal, Kabupaten Magelang, Kabupaten Jepara dan Kabupaten Demak. Kelima, posisi Kabupaten Pemalang berada pada Kuadran IV (IPG dibawah Regional dan IDG diatas Regional) bersama dengan Kabupaten Tegal. Dan terakhir, potensi dan strategi dalam upaya meningkatkan IPM, IPG, dan IDG yaitu mengoptimalkan modalitas kesadaran kolektif dan Taman Bacaan Masyarakat.Abstract: Critical-transformative analysis of gender-based human development and exploration of potential in districts/cities is very important. This research aims to analyze gender-based human development and explore the potential that can advance gender-based human development in Pemalang Regency. The research method used is quantitative secondary data analysis. The results showed that: First, the IPM of Pemalang Regency did not have a significant increase, where in 2020 the IPM of Pemalang Regency was 71.41 for those of the male sex and 61.29 for those of the female sex, while in 2021 the IPM of Pemalang Regency was 71.41 for those of the male sex and 61.96 for those of the female sex. Second, the IPG of Pemalang Regency in 2021, which is 86.49, is below the IPG of Central Java, which is 92.48 and the National, which is 91.06. Third, the IDG of Pemalang Regency is 81.27, which is higher than the Central Java Province, which is 71.64 and the National, which is 75.57. However, the data did not show a significant increase compared to the previous year. Fourth, Pemalang Regency's position is in Quadrant III (IPM and IPG below Regional) along with Brebes Regency, Cilacap Regency, Wonogiri Regency, Grobogan Regency, Blora Regency, Rembang Regency, Pati Regency, Batang Regency, Tegal Regency, Magelang Regency, Jepara Regency and Demak Regency. Fifth, Pemalang Regency's position is in Quadrant IV (IPG below Regional and IDG above Regional) together with Tegal Regency. And finally, the potential and strategies in an effort to improve IPM, IPG, and IDG are optimizing the modalities of collective awareness and Community Reading Gardens.