Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDY OF PHYSICAL AND MENTAL WORKLOAD IN THE SMALL-SCALE TOFU INDUSTRY: AN ERGONOMIC PERSPECTIVE USING CARDIOVASCULAR LOAD AND NASA-TLX Adi Nugroho; Amalia
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 1 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i1.2653

Abstract

Human labor is still widely used by Micro, Small, and Medium-sized Enterprises (MSMEs) in Indonesia, especially those in the food processing sector, such as the tofu industry. Manual labor can place significant physical and mental demands on workers, especially when the number of workers is not proportional to the demands of the tasks assigned. Excessive workload in these aspects may result in fatigue and decreased productivity. This study aims to assess both physical and mental workloads in the production workstation by identifying workload intensity, including mental and physical aspects experienced by workers. The workloads with the greatest levels will be determined for more research and solutions. Cardiovascular Load (CVL) is used to measure physical workload, and National Aeronautical and Space Administration Task Load Index (NASA-TLX) is used to assess mental workload. These methods have identified varying degrees of physical and mental strain across different job roles. The results show that the cooking and filtering phases are key areas that demand particular focus. Workers in the cooking and filtering areas had respective CVL values of 30.60% and 30.24%, while the mental workloads assessed using the NASA-TLX reached 80.33 and 81.33.
Identifikasi Tingkat Nyeri dan Edukasi Hazard Ergonomi dalam Aktifitas Domestik pada Anggota Dawis Kenanga Purwoyoso: Determining Pain Levels and Educating Members of Dawis Kenanga Purwoyoso on Ergonomic Hazards in Domestic Activities Fitria Wulandari; Amalia; Ratih Setyaningrum; Dita Ayu Mayasari
J.Abdimas: Community Health Vol. 7 No. 1 (2026): J.Abdimas: Community Health - Mei 2026
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/jach.v7n1.358

Abstract

Latar belakang: Perempuan menjalankan peran domestik sebagai aktivitas rutin yang mengandung risiko bahaya ergonomi. Aktivitas domestik melibatkan kerja pengangkatan beban, postur, gerak berulang dan statis. Tujuan: untuk mengidentifikasi prevalensi nyeri musculoskeletal, aktivitas domestik dominan dan memberikan edukasi terkait bahaya ergonomis yang muncul dari aktivitas domestik. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan survei dan edukasi. Identifikasi nyeri menggunakan kuesioner pemetaan lokasi nyeri tubuh dan Visual Analogue Scale (VAS). Edukasi dilakukan melalui penyuluhan interaktif, diskusi, tanya jawab, dan pemberian contoh penerapan prinsip ergonomi pada aktivitas domestik di kelompok masyarakat Dawis Kenanga, dan dianalisis secara deskriptif statistik. Hasil: Tingkat nyeri yang dirasakan memiliki nilai rerata dada sebesar rerata 4,17 + 2,43 dengan area tubuh nyeri dominan pada dada, bahu, lutut, leher, punggung, pinggul. Aktivitas dominan yang menyebabkan keluhan tertinggi yakni aktivitas mengurus pakaian (52,94%) seperti menyetrika, mencuci, menjemur. Kesimpulan: Pelaksanaan edukasi terhadap bahaya ergonomi dan pengendalian risiko pada aktivitas domestik meningkatkan pemahaman 88,2% partisipan memberikan nilai dampak sebesar 0,91.