p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal PENABIBLOS
Kardiansyah
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MAKNA DAN IMPLIKASI MENGASIHI YESUS Epafras Mujono; Kardiansyah
JURNAL PENABIBLOS Vol. 15 No. 2 (2024): JURNAL PENABIBLOS (JPS)
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat memiliki beberapa latar belakang masalah yakni: Pertama, adanya pergeseran motivasi orang percaya untuk mengasihi Yesus, di antara orang percaya, yakni mengasihi Yesus untuk mendapatkan berkat-berkat dari Yesus. Semestinya orang percaya mengasihi Allah, sebagai ucapan syukur karena Allah yang terlebih dahulu telah mengasinya. Kedua, adanya kebutuhan akan penguatan komitman untuk mengasihi Yesus, bagi orang percaya di tempat pelaksanaan pengabdian ini. Seringkali orang percaya diperhadapkan kepada tantangan-tantangan, yang menggodai untuk tidak lagi hidup mengasihi Yesus. Karena itu tujuan dari kegiatan ini adalah: Pertama, untuk menjelaskan kasih Allah yang tak bersyarat berdasarkan Matius1:18-25, sebagai alasan orang percaya untuk mengasihi Yesus. Kedua, untuk menjelaskan tentang makna mengasihi Yesus menurut Yohanes 21:15-19. Ketiga, untuk mengukur tingkat kepuasan responden terhadap materi dan penyampaian materi kegiatan ini. Metode yang dipergunakan untuk menyajikan artikel ini adalah metode deskriptif sedangkan metode yang dipergunakan dalam kegiatan adalah metode ceramah. Hasil dari kegiatan ini adalah: Pertama, bukti Kasih Allah yang tidak bersyarat menurut Matius1:18-25 adalah Allah telah menyelamatkan orang percaya dari dosa, ketika masih berdosa (1:21), Allah menyertai orang percaya (Imanuel) tanpa syarat (1:22-23). Kedua, makna mengasihi Yesus menurut Yohanes 21:15-19 adalah bersedia saling menggembalakan domba-domaba Tuhan (21:15-17), bersedia hidup dalam rencana Tuhan bagi diri orang percaya (21:18-19) dan bersedia untuk tidak membanding-bandingkan diri dengan rencana Tuhan bagi orang lain (21:20-25). Ketiga, hasil rata-rata kepuasan audiens sebagai berikut: Dari 116 sampel yang memberikan jawaban kuisioner tingkat kepuasan: tidak ada orang (0%) yang menyatakan tidak puas, 0,5 orang (0,44%) yang menyatakan kurang puas, 6 orang (5,16%) yang menyatakan netral, 97,5 orang (84,01%) menyatakan puas dan 11,5 orang (9,95%) menyatakan sangat puas. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden menyatakan puas, dan sebagian kecil menyatakan sangat puas. Tingkat kepuasan termasuk tinggi.
GERAKAN PEMURIDAN MENURUT INJIL MATIUS Epafras Mujono; Kardiansyah
JURNAL PENABIBLOS Vol. 15 No. 2 (2024): JURNAL PENABIBLOS (JPS)
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegerakan pemuridan harus dilakukan orang percaya atau gereja yang berperan penting dalam proses pemuridan. Namun yang menjadi masalahnya sebagian orang percaya berpendapat bahwa melaksanakan Amanat Agung cukup memberitakan Injil dan memenangkan jiwa, sedangkan tidak melakukan proses pemuridan. Kemudian sebagian orang percaya bahwa cukup orang yang memiliki karunia yang memberitakan Injil sehingga mereka menjadi tidak semangat memberitakan Injil dan tidak memproritaskan penginjilan. Adapun tujuan penelitian ini untuk menjelaskan tentang konsep pemuridan Yesus Kristus, menurut Injil Matius dan untuk menjelaskan unsur-unsur yang terdapat dalam konsep pemuridan oleh Yesus Kristus menurut Injil Matius. Metode yang digunakan dalam penelitian ini pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil dari pembahasan Pertama, konsep Gerakan pemuridan Yesus menurut Injil Matius adalah sebuah kegerakan untuk menjadikan seseorang murid Yesus, mengajar dan memperlengkapinya dan mengutusnya untuk memuridkan orang lain. Dengan kata lain konsep kegerakan pemuridan ini adalah multiplikasi murid Yesus. Kedua, unsur-unsur yang terdapat dalam konsep pemuridan Yesus menurut Injil Matius adalah: Pertama, Yesus Mencari dan Memanggil beberapa Murid (4:18-22). Kedua, Yesus Mengajar/ Memperlengkapi Murid-Murid (5:1-2). Ketiga, Yesus Menetapkan 12 Murid dan Memberikan Kuasa (10:1-4). Keempat, Yesus Mengutus Murid-murid untuk Memuridkan Orang Lain (10:5-10; 28:18-20), yang terdiri dari Pengutusan (10:5-10), Penegasan Kembali Pengutusan (28:18-20), Alasan Pemgutusan (18), Isi Pengutusan (19-20) dan Jaminan Pengutusan (20b).
GERAKAN PEMURIDAN MENURUT INJIL MATIUS BAGI KAUM MUDA DI GKKA-I JELMU SIBAK Kardiansyah; Lydia Weniati Augustiana
JURNAL PENABIBLOS Vol. 15 No. 3 (2024): JURNAL PENABIBLOS (JPS)
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaum muda adalah generasi penerus gereja dan aset berharga bagi gereja. Mereka yang akan membawa warisan iman dan pelayanan bagi gereja. Salah satu strateginya melalui gerakan pemuridan dapat menumbuhkan iman dan kedewasaan rohani mereka. Tetapi yang menjadi masalahnya kurangnya pelaksanaan gerakan pemuridan dan kurangnya pembinaan penginjilan serta gerakan pemuridan dari gereja. Tujuan penelitian untuk menjelaskan tentang prinsip pemuridan Yesus menurut Injil Matius dan untuk menjelaskan gerakan pemuridan kaum muda GKKA-I Jelmu Sibak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil dari pembahasan prinsip gerakan pemuridan menurut Injil Matius adalah sebuah kegerakan untuk menjadikan seseorang murid Yesus, mengajar dan memperlengkapinya dan mengutusnya untuk memuridkan orang lain. Dengan kata lain prinsip kegerakan pemuridan ini adalah multiplikasi murid. Prinsip gerakan pemuridan menurut Injil Matius adalah: Pertama, Yesus mencari dan memanggil beberapa Murid (4:18-22). Kedua, Yesus mengajar/ memperlengkapi murid (5:1-2). Ketiga, Yesus menetapkan 12 murid dan memberikan kuasa (10:1-4). Keempat, Yesus mengutus murid-murid untuk memuridkan orang lain (10:5-10). Kelima, gerakan pemuridan Yesus, (28:18-20).