p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Fakumi Medical Journal
Suliati P. Amir
Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran CT Scan Kepala Sentrasi Orbita pada Pasien Proptosis Musdalifah Muse; Marlyanti Nur Rahma; Raden Selma; Suliati P. Amir; Lidya Paulina Christina
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 4 (2024): April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i4.441

Abstract

Proptosis adalah suatu keadaan dimana bola mata menonjol ke depan dan merupakan gejala klinis dari berbagai patologi di dalam maupun diluar ruang orbita. Proptosis dapat dinilai menggunakan pemeriksaan CT Scan kepala sentrasi orbita sekaligus dapat mengetahui etiologi dari proptosis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran CT Scan kepala sentrasi orbita pada pasien proptosis di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo periode tahun 2020 - 2022. Desain penelitian ini adalah deskriptif observasional yang menggunakan rekam medik sebagai data sekunder. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan rumus slovin sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 36 pasien proptosis pada bulan Agustus – September 2023 bertempat di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo. Dari 36 penderita proptosis menunjukkan distribusi usia paling tinggi didapatkan pada ussia >40 tahun (47,2%) lalu diikuti dengan usia 20-40 tahun (38,9%) dan yang terendah pada usia <20 tahun (13,9%), berdasakan jenis kelamin proptosis banyak didapatkan pada laki-laki 19 orang (52,8%) dibandingkan perempuan 17 orang (47,2%). berdasarkan etiologi, tumor adalah penyebab terbanyak 26 orang (72,2%) lalu diikuti etiologi vaskular 9 orang (25,0%), dan etiologi other 1 orang (2,78%), dan berdasarkan lateralisasinya proptosis banyak didapatkan pada lateralisasi unilateral 34 orang (94,4%) dibandingkan lateralisasi bilateral 2 orang (5,6%). Pada penelitian ini distribusi proptosis terbanyak yaitu usia >40 tahun, etiologi tumor, jenis kelamin laki-laki dan lateralisasi unilateral.
Karakteristik Pasien Penderita Glaukoma di Klinik Utama Mata JEC-ORBITA Makassar Muhammad Ibnu Faudzan Maz'un; Sri Irmandhani Kusumawardhani; Zulfikri Khalil Novriansyah; Suliati P. Amir; Hana Aulia Namira
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 6 No. 1 (2026): March
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v6i1.620

Abstract

Glaukoma didefinisikan sebagai suatu kondisi patologis pada mata yang ditandai dengan kerusakan saraf optik (neuropati) serta penurunan fungsi lapang pandang. Meskipun peningkatan tekanan intraokular merupakan faktor risiko utama, hal tersebut bukan satu-satunya penyebab penyakit ini. Di Indonesia, prevalensi glaukoma berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 adalah sebesar 0,46%, atau sekitar 4–5 orang per 1.000 penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil klinis dan karakteristik pasien glaukoma di Klinik Utama Mata JEC-ORBITA Makassar periode 2023–2024. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan memanfaatkan data sekunder dari rekam medis. Total populasi berjumlah 2.840 pasien glaukoma. Karena keterbatasan waktu, penentuan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling berdasarkan rumus Slovin dengan margin of error 10%, sehingga diperoleh 97 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berada pada kelompok usia 56–65 tahun (35,05%), berjenis kelamin laki-laki (55,67%), berpendidikan terakhir SMA (42,27%), dan paling banyak menderita glaukoma sekunder (35,05%). Kesimpulannya, karakteristik pasien glaukoma terbanyak ditemukan pada laki-laki berusia 56–65 tahun dengan tingkat pendidikan SMA dan diagnosis glaukoma sekunder.