Maretasani, Laurensia Dhika
Program Studi Pendidika Matematika Fakultas Keguruan da Ilmu Pendidikan KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA PADA PEMBELAJARAN TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALITION) DENGAN PENDEKATAM SAINTIFIKUniversitas Katolik Widya Mandala Madiun

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN METAKOGNISI BERDASARKAN ORIENTASI TUJUAN PADA PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Maretasani, Laurensia Dhika; Dwijanto, Dwijanto
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.328 KB)

Abstract

Pemecahan masalah dan metakognisi merupakan aspek penting dalam pembelajaran matematika. Pembelajaran berbasis masalah, salah satu model pembelajaran yang dapat diterapakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan metakognisi siswa dimana usaha siswa bergantung pada orientasi tujuannya.Tujuan penelitian ini yaitu: (1) menguji dan menganalisis keefektifan pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah dan metakognisi siswa (2) menganalisis kemampuan pemecahan masalah bedasarkan orientasi tujuan, dan (3) menganalisis metakognisi siswa berdasarkan orientasi tujuan siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian mixed method dengan concurrent embedded design. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah dan metakognisi siswa. Siswa dengan orientasi tujuan penguasaan (mastery goal) dapat mencapai semua indikator pemecahan masalah dengan sedikit kesalahan dan dapat melaksanakan tahapan pemecahan masalah Polya. Siswa dengan orientasi tujuan performa (performance goal) tidak dapat mencapai beberapa indikator pemecahan masalah dan mengalami kesulitan untuk merencanakan, melaksanakan pemecahan masalah dan proses pemeriksaan kembali sering tidak dilakukan. Siswa dengan orientasi tujuan penguasaan memiliki pengetahuan kognisi dan regulasi kognisi yang baik sedangkan siswa dengan orientasi tujuan performa kurang dalam pengetahuan kognisinya dan regulasi kognisinya juga kurang baik.