Maria Titah Jatipaningrum
Jurusan Statistika, Fakultas Sains Terapan Jurusan Statistika Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAMALAN INFLASI DI INDONESIA MENGGUNAKAN METODE FUZZY TIME SERIES BASED AVERAGE DAN FUZZY TIME SERIES SAXENA-EASO: Studi kasus : Data Inflasi di Indonesia Alfania Choiriyani Udin; Maria Titah Jatipaningrum
Jurnal Statistika Industri dan Komputasi Vol. 5 No. 02 (2020): Jurnal Statistika Industri dan Komputasi
Publisher : Program Studi Statistika, Fakultas Sains dan Teknologi Informasi, Universitas AKPRIND Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inflasi merupakan salah satu indikator untuk melihat stabilitas ekonomi suatu wilayah yang menunjukkan perkembangan harga barang dan jasa secara terus menerus. Salah satu cara mengendalikan inflasi dengan menggunakan peramalan. Peramalan merupakan kegiatan yang memperkirakan kejadian di masa yang akan datang. Berkaitan dengan peramalan tersebut, maka berkembang teori Fuzzy yang salah satunya adalah metode Fuzzy Time Series. Dalam hal ini, Fuzzy Time Series akan diterapkan untuk meramalkan inflasi di Indonesia periode Januari 2014 sampai dengan Januari 2020. Dalam penelitian ini, metode Fuzzy Time Series yang digunakan adalah Fuzzy Time Series Average Based dan Fuzzy Time Series Saxena-Easo. Peramalan menggunakan Fuzzy Time Series Average Based yang diterapkan pada penentuan interval berbasis rata-rata untuk menentukan himpunan semesta, menentukan interval fuzzy, dan melakukan peramalan. Sedangkan metode Fuzzy Time Series Saxena-Easo, pada data aktual akan diubah menjadi persentase perubahan untuk menentukan himpunan semesta, menentukan interval awal, menentukan interval fuzzy, menghitung nilai prediksi perubahan dan melakukan peramalan. Hasil peramalan kedua metode tersebut, akan diukur menggunakan tingkat akurasi Mean Absolute Persentage Error (MAPE). Hasil perhitungan penelitian ini menunjukkan bahwa peramalan menggunakan metode Fuzzy Time Series Average Based menghasilkan tingkat akurasi MAPE sebesar 0.05448% sedangkan Fuzzy Time Series Saxena-Easo menghasilkan tingkat akurasi MAPE sebesar 0.0131%. Dari perbandingan kedua metode tersebut, metode Fuzzy Time Series Saxena-Easo mempunyai tingkat akurasi MAPE yang lebih kecil, sehingga metode Fuzzy Time Series Saxena-Easo lebih baik digunakan untuk meramalkan inflasi periode bulan Februari dan Maret 2020.