Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISA DEBIT AIR UNTUK KAPASITAS PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR (PLTA) PEUSANGAN I TAKENGON KABUPATEN ACEH TENGAH Anisah Lukman; Rumilla Harahap; Anang Tri Hardianto
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2023): Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jtsip.v2i1.7661

Abstract

PLTA adalah pembangkit listrik yang mengubah energi potensial dan energi kinetik yang berasal dari air untuk menghasilkan energi listrik. Secara umum pembangkit listrik tenaga air adalah suatu bangunan yang terdiri dari bendung pengatur (regulating weir), bendung pengalih (diversion weir), pipa pengalir air (tailrace tunnel), pipa pesat(penstock), rumah turbin dan generator (power house) dan switchyard. PLTAtidak selamanya bekerja dengan maksimal dalam menghasilkan energi listrik. Hal tersebutdipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitar PLTA. Kondisi diantaranya adalah debit air pada sungai yang tidak stabil, sehingga kapasitas listrik yang dihasilkan tidak terpenuhi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui debit air untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga air terhadap energi listrik yang dihasilkan oleh PLTA Peusangan. Metode yang digunakan dalam menganalisa debit air pada penelitian ini menggunakan metode F. J. Mock dimana dalam proses perhitungan metode F. J. Mock terdapat proses perhitungan evapotranspirasi. Evapotranspirasi dalam penelitian ini menggunakan metode Penman. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 3 bulan debit air yang memenuhi untuk kebutuhan PLTA yaitu pada bulan Mei sebesar 27,54 m3/dtk, Oktober sebesar 25,23 m3/dtk, dan bulan Desember sebesar 25,65 m3/dtk sedangkan kebutuhan untuk PLTA Peusangan sendiri sebesar 25,0 m3/dtk.
Analisis Keamanan Stabilitas Bendung Tetap Daerah Irigasi Kerasaan Jawa Bah Jambi Kabupaten Simalungun Edo Muhammad Ghifari; Rumilla Harahap
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7282

Abstract

Bendung merupakan struktur yang dibangun melintang pada sungai untuk mengatur aliran air, yang dapat digunakan, seperti irigasi dan pembangkit listrik. Bangunannya terbagi menjadi bangunan tetap dan bangunan sementara. Bendung ini dibangun pada tahun 1986 di Kecamatan Jawa Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, bertujuan untuk meningkatkan elevasi muka air sungai Bah Bolon selama musim kemarau guna mendukung kegiatan pertanian. Penelitian dilakukan karena bendung sudah 39 tahun berdiri, maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah bangunan masih aman terhadap syarat SNI Geoteknik terbaru terhadap gaya guling (overtuning) SF(≥2.00), geser (sliding) SF(≥1.50), eksentrisitas SF(≥3.5), daya dukung tanah SF (≥3.00), erosi bawah tanah (Piping) SF(≥1.6), pada saat muka air normal, dan pada saat muka air banjir. Sasaran yang dicapai penentuan besarnya gaya berat sendiri, tekanan lumpur, tekanan hidrostatis, uplift, tekanan tanah dan gaya gempa yang dipergunakan sebagai acuan keamanan bendung terhadap gaya guling dan gaya gelincir. Nilai stabilitas saat kondisi air normal, stabilitas terhadap guling (SF = 8.972 ≥ 2.00), stabilitas terhadap geser (SF = 2.078 ≥ 1.30), eksentrisitas pembebanan yang terjadi (SF e = 1.95 ≤ 3.5), daya dukung tanah atau tegangan tanah yang terjadi (maks = 5.488 ≥ 3.00), (maks = 01.593 ≥ 3.00), stabilitas terhadap erosi bawah tanah (piping) (C= 5.175 ≥ 1.6). Nilai stabilitas pada saat kondisi air banjir, stabilitas terhadap guling (SF = 8.713 ≥ 1.50), stabilitas terhadap geser (SF = 2.266 ≥ 1.30), eksentrisitas pembebanan yang terjadi (e = 2.266 ≥ 3.5 ), daya dukung tanah atau tegangan tanah yang terjadi (min = 5.366 ≥1.50), (maks = 1.593 ≥1.50), stabilitas terhadap erosi bawah tanah (piping) (C= 3.881 ≥ 1.6). Dari hasil perhitungan kontrol stabilitas ada yang tidak aman dan masih ada memenuhi syarat aman.