Dewi Prabawati
Sint Carolus School of Health Sciences Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS MASSAGE EFFLEURAGE TERHADAP SENSASI PROTEKSI KAKI PADA PASIEN DIABETES MELITUS Marlin Eppang; Dewi Prabawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 16, No 1 (2020): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v16i1.383

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan gangguan dalam proses sekresi insulin dan resistensi insulin yang berdampak pada meningkatnya nilai glukosa dalam darah. Peningkatan kadar gula darah pada pasien DM dapat mengakibatkan neuropati perifer dan terjadi penurunan sensasi proteksi kaki. Penelitian ini bertujuanĀ  mengetahui efektivitas massage effleurage selama 4 minggu terhadap sensasi proteksi kaki pasien dengan DM. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan quasi eksperimental pre-post design, melibatkan 95 responden yang dipilih dengan purposive sampling technique dan dibagi dalam kelompok intervensi sebanyak 71 responden dan kelompok kontrol 24 responden. Sensasi proteksi diukur menggunakan monofilament 10 g pada 10 area di kaki. Uji statistik Wilcoxon menunjukkan terdapat perubahanĀ  sensasi proteksi kaki sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p= 0.02 (< 0.05); dan uji statistik Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan signifikan sensasi proteksi kaki pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan p=0.000. Secara simultan variabel independen dalam penelitian ini memberikan pengaruh sebanyak 40.7 % terhadap sensasi proteksi kaki. Intervensi massage effleurage dapat diterapkan untuk mencegah ulkus diabetik akibat penurunan sensasi proteksi kaki dan perlu dilakukan kunjungan rumah pada pasien DM untuk memberikan penyuluhan kesehatan tentang pencegahan dan perawatan DM, sehingga pengetahuan pasien DM dapat meningkat serta memiliki perilaku yang baik tentang pengaturan diit dan kepatuhan menjalani terapi
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPATUHAN DAN KETEPATAN DALAM MELAKUKAN FIVE MOMENT HAND HYGINE Ebenezer Sitorus; Dewi Prabawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 17, No 1 (2021): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v17i1.529

Abstract

Kepatuhan perawat melakukan hand hygiene merupakan salah satu faktor yang mempunyai pengaruh besar terhadap kesehatan perawat dan pasien dalam pencegahan terjadinya infeksi nosokomial. Infeksi nosokomial dapat memberi dampak kerugian terhadap cost dan perpanjangan lama rawat pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan tingkat pengetahuan dan motivasi perawat dengan tingkat kepatuhan dan ketepatan dalam melakukan five moments hand hygiene di ruang rawat inap rumah sakit Cinta Kasih Tzu Chi, Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan cara menyebarkan kuesioner dan melakukan observasi. Sampel dipilih menggunakan simple random sampling dan sebanyak 40 perawat terlibat dalam penelitian ini. Hasil didapatkan mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (57.5%), motivasi baik (60%), patuh melakukan five moments hand hygine (62.5%) namun tidak tepat melakukan hand hygiene (62.5%). Menggunakan uji statistic Kendall tau B didapatkan ada hubungan antara tingkat pengetahuan (p=0.001) dan motivasi (p=0,042) dengan tingkat kepatuhan perawat dalam melakukan five moments hand hygiene; Didapatkan pula ada hubungan antara pengetahuan (p=0,011) dengan tingkat ketepatan perawat dalam melakukan prosedur hand hygiene, namun tidak ada hubungan motivasi dengan tingkat ketepatan perawat dalam melakukan prosedur hand hygiene (p=0.042). Disarankan agar rumah sakit dapat menggiatkan sosialisasi, simulasi atau melakukan lomba Kebersihan Tangan. Selain itu, perlu meningkatkan sarana dan prasarana dalam meningkatkan perilaku perawat untuk melakukan five moments hand hygiene guna mencegah terjadinya transmisi mikroorganisme yang akan menyebabkan terjadinya infeksi nosokomial.