Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mama Gentur Poros Keilmuan Fiqh Ulama Cianjur Akhlis Himam, S.Pd., M.Hum
Al-Inṣāf Vol 1 No 1 (2021): Al-Insaf - Jurnal Ahwal Al Syakhshiyyah
Publisher : Prodi Ahwal Al-Syakhsiyyah STAI Imam Syafi'i Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61610/ash.v1i1.6

Abstract

K.H Ahmad Syatibi atau yang akrab dipanggil dengan Mama Gentur lahir pada pertengahan kurun ke 13 H. Mama Gentur adalah sosok yang sangat penting yang menjadi poros dan referensi utama dalam keilmuan Agama khususnya di bidang ilmu Fiqh bagi para ajengan di tanah Sunda khususnya di Tanah Cianjur. Hampir mayoritas Ulama Cianjur memiliki sanad keilmuan kepada mama Gentur. Mama Gentur termasuk maha guru dari para ajengan sunda paruh abad 20-an. Selama dipondok pesantren menimba ilmu, Mama Gentur memiliki kecerasan yang luar biasa, baru 40 hari di pesantren Mama Gentur berhasil menghafalkan Nazom yaqulu-kailani-amriti-alfiyah- samarqondy dan jauhar maknun. Diceritakan saat mamak kesulitan memahami kitab biasanya mamak menghadiahi sang muallif alfatihah dan makanan, dengan itu kemudian pengetahuan dan pemahaman mamak akan terbuka, begitulah bagaimana mamak mengenyam pendidikan di pesantren Bojong.
Mama Gentur Poros Keilmuan Fiqh Ulama Cianjur Akhlis Himam, S.Pd., M.Hum
Al-Inṣāf Vol 1 No 1 (2021): Al-Insaf - Jurnal Ahwal Al Syakhshiyyah
Publisher : Prodi Ahwal Al-Syakhsiyyah STAI Imam Syafi'i Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61610/ash.v1i1.6

Abstract

K.H Ahmad Syatibi atau yang akrab dipanggil dengan Mama Gentur lahir pada pertengahan kurun ke 13 H. Mama Gentur adalah sosok yang sangat penting yang menjadi poros dan referensi utama dalam keilmuan Agama khususnya di bidang ilmu Fiqh bagi para ajengan di tanah Sunda khususnya di Tanah Cianjur. Hampir mayoritas Ulama Cianjur memiliki sanad keilmuan kepada mama Gentur. Mama Gentur termasuk maha guru dari para ajengan sunda paruh abad 20-an. Selama dipondok pesantren menimba ilmu, Mama Gentur memiliki kecerasan yang luar biasa, baru 40 hari di pesantren Mama Gentur berhasil menghafalkan Nazom yaqulu-kailani-amriti-alfiyah- samarqondy dan jauhar maknun. Diceritakan saat mamak kesulitan memahami kitab biasanya mamak menghadiahi sang muallif alfatihah dan makanan, dengan itu kemudian pengetahuan dan pemahaman mamak akan terbuka, begitulah bagaimana mamak mengenyam pendidikan di pesantren Bojong.