Siti Marwiyah
Institut Agama Islam Negeri Palopo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Adversity Quotient (Ketahanmalangan) Siswa Madrasah Tsanawiyah Ditinjau dari Tinggal Asrama dan Non Asrama Andi Ahsanul Padli; Siti Marwiyah; Haris Kulle
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 7 No. 1 (2024): January - April 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.7.1.2024.3044

Abstract

Ketika seseorang tangguh dalam menghadapi kesulitan, ia mampu mengubah cara pandangnya terhadap tantangan, kesulitan, dan masalah serta melihatnya sebagai peluang untuk berprestasi. Argumen ini didasarkan pada gagasan bahwa seseorang yang menggunakan ketahanan secara maksimal akan mampu menghadapi tantangan apa pun yang mereka hadapi dalam hidup tanpa pernah menyerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persamaan dan perbedaan resiliensi anak asrama dan non-asrama. Penulis menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan komparatif berdasarkan jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini. Sampel penelitiannya adalah 30 santri asrama dan 30 santri hari. alat penelitian yang mencakup kuesioner. Analisis data dengan menggunakan analisis komparatif menggunakan SPSS versi 23. Dengan jumlah peserta belajar 16 orang dan persentase hasil 53%, ketahanan siswa Madrasah Tsanawiyah DDI Masamba masuk dalam kategori sangat baik. Hasil tipikalnya adalah 89.3000. Dengan jumlah peserta penelitian 14 orang dan hasil persentase 47%, maka resiliensi siswa masuk dalam kategori “cukup baik”. Hasil tipikalnya adalah 82.5667. Nilai taraf signifikansi sebesar 0,000 (p=0,05) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan resiliensi siswa asrama dan non-asrama di Madrasah Tsanawiyah DDI Masamba. Selain itu terlihat pada nilai hitungannya. Terdapat selisih antara kedua sampel jika t hitung melebihi t tabel. Dari tabel berikut terlihat jelas mengapa thitung (4,147) melebihi ttabel (2,00172). Hal ini juga ditunjukkan oleh hasil rata-rata sampel kedua yang menunjukkan bahwa anak yang tinggal di asrama mempunyai rata-rata ketahanan terhadap kesulitan sebesar 89,3000, sedangkan siswa yang tidak tinggal di asrama mempunyai rata-rata ketahanan terhadap kesulitan sebesar 82,5667. Hal ini menunjukkan bahwa siswa DDI Masamba lebih tangguh dibandingkan anak yang bersekolah di pesantren.
Pengembangan Modul Tematik Berbasis Ayat-Ayat Al-Quran Pada Subtema Indahnya Keragaman Budaya Negeriku di Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Risma Risma; Siti Marwiyah; Siti Suhaerah
Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD) JRPD Volume 4 Nomor 1, Maret 2023
Publisher : Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrpd.v4i1.14120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas dari hasil pengembangan modul tematik berbasis ayat-ayat al-Qur’an pada subtema indahnya keragaman budaya negeriku siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS). Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D). Untuk menghasilkan produk modul tematik berbasis ayat-ayat al-Qur’an, peneliti menggunakan model ADDIE dengan tahapan yaitu: (1) tahap analisis (analyze), (2) tahap perancangan (design), (3) tahap pengembangan (development). Penelitian ini dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (Mis) 21 Al-Manar Lamone Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV dan objeknya adalah modul subtema indahnya keragaman budaya negeriku (tema indahnya keragaman di negeriku). Data dalam penelitian dikumpulkan melalui angket dan wawancara. Dari hasil analisis kebutuhan bahwa pendidik Madrasah Ibtidaiyah Swasta (Mis) 21 Al-Manar Lamone belum menggunakan bahan ajar berupa modul saat proses pembelajaran oleh karenanya peneliti mengembangkan dan menghasilkan modul indahnya keragaman budaya negeriku berbasis ayat-ayat al-Qur’an sebagai alat bantu dalam belajar. Modul yang telah dibuat selanjutnya divalidasi oleh 4 validator ahli diantaranya validator ahli agama, validator ahli desain, validator ahli materi, dan validator ahli bahasa. Hasil validasi kemudian dianalisis untuk mengetahui kevalidan produk dan diperoleh dari ahli agama valid, ahli desain cukup valid, ahli materi valid, dan ahli bahasa cukup valid.  Sehingga dari keseluruhan produk yang dikembangkan valid dan layak digunakan.