Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

BINGKAI PEMBERITAAN ISU BANGKITNYA PKI PADA GATRA, TEMPO, DAN MAJALAH GONTOR EDISI SEPTEMBER-OKTOBER 2017 Muhammad Fajar Setiananda; M Rifa'i
ETTISAL : Journal of Communication Vol 3, No 1 (2018): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v3i1.2144

Abstract

AbstrakKomunisme dan Partai Komunis Indonesia (PKI) tidak pernah usang menjadi isu yang menakutkan bagi masyarakat Indonesia.Salah satu tragedi yang tidak pernah terlupakan dari sejarah Indonesia adalah peristiwa G30S/PKI.Maka, setiap bulan September berbagai media memberitakan sejarah dan isu terkini terkait PKI dan komunisme. Pada September sampai Oktober 2017, Majalah Gontor, Gatra, dan Tempo menjadikan isu bangkitnya PKI dan komunisme sebagai headline mereka. Setiap media memiliki sudut pandang berbeda dalam menampilkan tema berita seputar komunisme dan PKI.Berdasarkan konteks tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruk bingkai pemberitaan tentang isu bangkitnya PKI pada Majalah Gatra, Tempo, dan Majalah Gontor periode September-Oktober 2017.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk memperoleh data yang dibutuhkan.Metode yang paling dominan dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Data primer pada penelitian ini yaitu laporan utama pada Gatra, Tempo, dan Majalah Gontor pada edisi September-Oktober 2017 dengan tema isu bangkitnya PKI. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisa menggunakan teori framing Willam A. Gamson.Gamson menyebutkan dua elemen framing, yaitu framing devices dan reasoning devices.Framing devices terdiri dari metaphors, exemplar, depictions, catchphrases, dan visual images. Adapun reasoning devices terdiri dari roots, appeals to principle, dan consequences. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bagaimana media mengkonstruk framing berita dari sudut pandang berbeda. Sebagaimana pada tema isu bangkitnya PKI, Gatra memandang PKI dan komunisme sebagai ancaman bagi bangsa Indonesia saat ini, namun tidak perlu khawatir berlebihan karena Pancasila merupakan ideologi paling kuat di Indonesia. Lain halnya Tempo memandang isu bangkitnya PKI saat ini hanya kabar bohong.Sedangkan Majalah Gontor memandang PKI dan Komunisme sebagai bahaya yang nyata, dan harus diwaspadai kebangkitannya, tidak ada toleransi bagi komunisme di Indonesia. AbstractCommunism and the Communist Party of Indonesia (PKI) have never been left behind to be a frightening problem for the people of Indonesia. One of the tragedies that has never been forgotten from the history of Indonesia is the screening G30S / PKI. That’s why, every September a variety of media preaching the history and related PKI and communism. In September to October 2017, Gontor, Gatra, and Tempo magazines raised the issue of the rise of PKI and communism as their headlines. Each media has a different perspective in showing the theme of news about communism and PKI.Based on that level. This study aims to find out the construction of news on the issues of the rise of the PKI in Gatra Magazine, Tempo, and Gontor Magazine period September-October 2017. This research uses descriptive qualitative methods to obtain the data required. The most dominant method in this study is documentation. Primary data in this study is the main report on Gatra, Tempo, and Gontor Magazine in September-October 2017 edition with the theme of the rise of the PKI. The data obtained are then analyzed using Willam A. Gamson's framing theory. Gamson mentioned two framing elements, namely framing devices and reasoning devices. The drawing tools consist of metaphors, examples, depictions, slogans, and visual images. Includes reasoning devices consisting of roots, appeals to principles, and consequences. The results of this study show how media construct news framing from other screens. Similarly on the theme of the rise of the PKI, Gatra looked at the PKI and communism as a threat to the Indonesian nation today, but not to worry because Pancasila is the most powerful ideology in Indonesia. Another thing that happened when the PKI is currently only fake news.While, Gontor Magazine view the PKI and Communism as a real danger, and must be wary of his resurrection, there is no result for communism in Indonesia.
Etnografi Komunikasi Ritual Tingkeban Neloni dan Mitoni Studi Etnografi Komunikasi Bagi Etnis Jawa di Desa Sumbersuko( )Kecamatan Gempol kabupaten Pasuruan M. Rifa'i
ETTISAL : Journal of Communication Vol 2, No 1 (2017): Ettisal Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v2i1.1411

Abstract

Tingkeban is a customary tradition of the community in Java for generations which indirectly can increase the confidence of a mother and father candidate to keep praying to be blessed with a sholehih baby branch and sholihah, that is with some ritual behavior done by society, basically is praying to get closer to Allah SWT. The purpose of this research is to see the communication of tingkeban neloni and mitoni rituals that occur in the community In Sumbersuko district Gempol Pasuruan regency. In this study the authors use qualitative methods of study of communication ethnography, because this method can describe, explain, and build relationships of categories and data found. This is in line with the objectives of the study of communication ethnography, to describe, analyze, and explain the communication behavior of one social group. The subject of the research is the seven monthly event consisting of three people and two people who understand and understand the meaning of the seven monthly event. Subject chosen by purposive sampling. The results of the research findings that seven-monthly ritual communication is a ritual activity performed at home or at home from parents of fathers or mothers, and attended by neighboring relatives and village communities Sumbersuko. Communicative events in seven-monthly rituals, topics, functions and objectives, settings, participants, message forms, message content, sequence of actions, interaction rules and norms, Whereas in communicative activities such as who knows and comprehends the implementation of seven monthly events is the host in seven monthly (tingkeban).
Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu Wisata Telaga Ngebel Ponorogo Muhammad Rifa’i; Golib Ahmadi
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 1 (2021): AL-ITTISHOL: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : PRODI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM (IAI) SUNAN KALIJOGO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telaga Ngebel yang memiliki panorama indah serta menyimpan potensi alam yang baik tentu tidak bisa dikenal masyarakat dan wisatawan begitu saja tanpa adanya promosi yang dilakukan. Untuk mengembangkan pariwisata di sebuah wilayah tertentu harus dikelola oleh sebuah instansi pemerintah yang khusus menangani tentang pariwisata. Dibutuhkannya sebuah strategi komunikasi pemasaran terpadu dalam hal ini, strategi komunikasi pemasaran terpadu yang direncanakan nantinya akan dilaksanakan sesuai dengan program-program pemerintah. Sehingga menimbulkan dampak positif untuk masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi komunikasi pemasaran terpadu wisata Telaga Ngebel Ponorogo. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif dalam jenis deskriptif. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti bahwa Dinas Pariwisata Ponorogo menerapkan sistem komunikasi pemasaran terpadu dengan menggunakan 1) advertising dengan menggunakan media cetak, media sosial dan media massa, 2) sales promotion dengan mengadakan acara tahunan dan bulanan dan juga bisa memberikan diskon kepada wisatawan, 3) personal selling dengan mengadakan pertemuan dengan pelaku pariwisata dan mengikuti pameran, 4) direct marketing dengan melakukan transaksi penjualan tiket wisata ngebel melalui website, dan 5) public relation dengan memberikan wawasan kepada masyarakat sekitar wisata telaga. Sebagai usaha untuk memperkenalkan atau mempromosikan wisata Telaga Ngebel Ponorogo. Dari penggabungan lima elemen tersebut telah menunjukan kegiatan komunikasi pemasaran terpadu untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Dan hal ini dapat mempengaruhi sikap konsumen yakni wisatawan untuk berkunjung ke wisata Telaga Ngebel Ponorogo.
ETNOGRAFI VIRTUAL PADA PEMBENTUKAN KONSEP DIRI CALON PRESIDEN ANIES BASWEDAN DI MEDIA TWITTER @aniesbaswedan (Periode 18 Januari 2024) Eky Fatma Taurisia; M. Rifa’i
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i9.5550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan konsep diri calon presiden Anies Baswedan di media sosial Twitter melalui akun @aniesbaswedan selama periode 18 Januari 2024. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Menggunakan pendekatan etnografi virtual dan teori interaksionisme simbolik serta teori konsep diri Weaver, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana simbol, diri, interaksi sosial, dan pengambilan peran berkontribusi terhadap kesadaran diri, penerimaan diri, aktualisasi diri, dan keterbukaan diri Anies Baswedan di platform tersebut. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan studi kepustakaan. Dianalisis untuk mengidentifikasi pola komunikasi dan interaksi yang mencerminkan pembentukan konsep diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Anies Baswedan secara efektif menggunakan platform Twitter untuk membentuk dan memproyeksikan konsep dirinya sebagai calon presiden. Melalui penggunaan simbol-simbol yang relevan dengan identitas nasional dan religius, serta melalui interaksi sosial yang terarah dengan pengikutnya, Anies mampu membangun citra diri yang kuat dan konsisten di mata publik. Hal ini mendukung konsep self-actualization dalam teori konsep diri, di mana Anies Baswedan memanfaatkan media sosial untuk mewujudkan dan menampilkan potensi terbaiknya kepada khalayak luas.
PENGEMBANGAN STRATEGI KOMUNIKASI DINAS PARIWISATA DAN KOMINFO DALAM MENINGKATKAT WISATAWAN DI AIR TERJUN PLETUK DESA JURUG SOOKO PONOROGO M. Rifa’i; Abdullah

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v7i1.1413

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui Pengembangan strategi komunikasi Dinas Pariwisata dan Kominfo dalam meningkatkan wisatawan di Air terjun Pletuk Desa Jurug Sooko Ponorogo; (2) Untuk mengetahui faktor-faktor penunjang dan penghambat dalam melaksanakan strategi komunikasi dalam meningkatkan wisatawan Di Air Terjun Pletuk desa Jurug Sooko Ponorogo. Tipe penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yakni dengan menyajikan data dalam bentuk deskripsi berupa naratif, kata-kata, ungkapan, pendapat dan gagasan yang dikumpulkan oleh peneliti dari beberapa sumber.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Pariwisata dan Kominfo melakukan strategi komunikasi dalam meningkatkan wisatawan di Air terjun Pletuk Desa Jurug Sooko Ponorogo. Strategi yang digunakan yaitu pengenalan khalayak, penyusunan pesan, penetapan metode dan penggunaan media. Adapun faktor yang mendukung strategi komunikasi yang dilakukan Dinas Pariwisata dan Kominfo yaitu adanya potensi wisata SDA Air terjun Pletuk Desa Jurug Sooko Ponorogo, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, serta pertumbuhan ekonomi Desa Jurug Sooko Ponorogo. Selanjutnya faktor penghambat jalannya strategi komunikasi Dinas Pariwisata dan Kominfo Ponorogo yaitu kurangnya kesadaran masyarakat akan adanya pariwisata dan ketersediaan dana dan infrastuktur yang masih perlu di benahi.
PENGEMBANGAN STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN POKDARWIS DESA JURUG DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN (STUDI KASUS DI DESA WISATA JURUG KECAMATAN SOOKO KABUPATEN PONOROGO) M. Rifa’i

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v9i1.2570

Abstract

Kabupaten Ponorogo merupakan salah satu kabupaten yang sedang gencar-gencarnyamengembangkan potensi pariwisatanya. Salah satunya adalah Pokdarwis Desa Jurug,Kehadiran Kelompok Sadar Wisata ini sebagai institusi lokal dalam pembangunan danpengembangan pariwisata pihak dan yang bertanggung jawab dalam kegiatan pengelolaanatau manajerial, karena pada dasarnya Pokdarwis memiliki kewenangan untuk mengatursetiap aktivitas pembangunan dan pengembangan pariwisata sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang mengikutinya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengembangan Startegi Komunikasipokdarwis desa Jurug dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Teori yang digunakanpada penelitian ini adalah teori Integrated marketing communication (IMC) dari Tjiptono.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Jenis data yang disajikanyakni observasi dan wawancara menggunakan data primer melalui sumber data key informandan informan, data sekunder melalui sumber data dokumen, buku-buku, artikel, dandokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis data kualitatif model interaktifyang dikembangkan oleh Miles dan Huberman yang terdiri dari empat komponen yaitupengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa Pengembangan StartegiKomunikasi pokdarwis desa Jurug dalam meningkatkan kunjungan wisatawan melalui limaelemen komunikasi pemasaran terpadu yaitu 1. Periklanan dengan pemasangan spanduk,pembagian brosur, iklan di media Televisi di koran, dan di radio. 2. Promosi Penjualandengan menggelar kegitan atau even-even di hari-hari besar dengan memberikan doskon 30%tiket masuk, 3. Public Relations (hubungan masyarakat) melalui kerjasama dengan beberapainstansi wilayah ponorogo dan lobi negosiasi sponsor event, 4. Personal Selling (penjualanpribadi) dengan beberapa paguyupan reog, instansi-instansi terkait pariwisata, memberikanperkemhan gratis ke sekolah-sekolah dan promo di lokasi event yang ada di ponorogo, 5.Direct And Online marketing (langsung dan pemasaran online) dengan menggunakanprogram promo dan perkembangan wisata melalui broadcast e-mail, instagram, Facebook danwhatsapp Group.
Peranan Komunikasi Pemasaran pada Pokdarwis Desa Wisata Wonokitri Pasuruan dalam Meningkatkan Kunjungan Wisata Zuhdi, Irham; Rifai, M.
Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jbkd.v2i1.3201

Abstract

Desa Wisata Wonokitri, yang terletak di lereng Gunung Bromo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, merupakan contoh destinasi pariwisata minat khusus yang menggabungkan keindahan alam dan kekayaan budaya lokal Suku Tengger. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengeksplorasi strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam menarik wisatawan. Dengan pendekatan model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action), penelitian ini berfokus pada pemahaman tentang bagaimana Pokdarwis Desa Wonokitri meningkatkan kesadaran, ketertarikan, keinginan, dan tindakan pengunjung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wonokitri memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi unggulan, terutama melalui daya tarik utama berupa bunga edelweiss yang dianggap sakral oleh masyarakat setempat. Selain itu, tradisi lokal seperti upacara Kasada turut memperkuat daya tarik desa ini. Pemerintah daerah dan komunitas setempat dapat berkolaborasi dalam mengembangkan infrastruktur dan memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Framing Detik Jatim.com Dalam Pemberitaan Wisata Heritage Surabaya Periode Juli – Desember 2024 Angely Rahma; M. Rifa'i
Dialogika : Jurnal Penelitian Komunikasi dan Sosialisasi Vol. 1 No. 3 (2025): Agustus : Dialogika : Jurnal Penelitian Komunikasi dan Sosialisasi
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/dialogika.v1i3.568

Abstract

This study aims to analyze the framing of heritage tourism news in the online media DetikJatim.com during the period of July to December 2024. The research uses a qualitative method with Robert N. Entman’s framing analysis approach, which includes four elements: define problem, diagnose causes, make moral judgment, and treatment recommendation. A total of 28 news articles were analyzed and classified into six categories of heritage tourism. The findings show that DetikJatim frames the main issue as the lack of historical preservation and the weakening of the meaning of heritage areas amid modernization. The highlighted causes include weak historical literacy, dominance of folk narratives without academic support, and the repurposing of historical spaces. Morally, the media views historical preservation and the strengthening of local identity as a collective responsibility, encouraging the public to understand and appreciate history. The suggested solutions include reintroducing historical knowledge, educating through narratives of struggle, revitalizing sites, or simply highlighting their existence
Strategi Integrated Marketing Communication (IMC) Pokdarwis Desa Wisata Andonosari dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Ramadhani, Muhammad; Rifai, M
Interaction Communication Studies Journal Vol. 2 No. 2 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/interaction.v2i2.4831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi Integrated Marketing Communication (IMC) berbasis Analisis SWOT pada Pokdarwis Desa Wisata Andonosari dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang mempengaruhi efektivitas strategi IMC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama desa wisata meliputi potensi alam yang unik, keanekaragaman atraksi wisata, dan dukungan masyarakat lokal. Kelemahan yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya fasilitas penunjang, serta konsistensi promosi yang belum optimal. Peluang terdapat pada tren wisata alam dan edukasi yang meningkat, sementara ancaman berasal dari tingginya persaingan antar destinasi dan keterbatasan anggaran promosi. Penerapan IMC melalui elemen periklanan, promosi penjualan, pemasaran langsung, pemasaran digital, personal selling, dan hubungan masyarakat dinilai mampu meningkatkan kesadaran merek, citra positif, dan minat kunjungan wisatawan. Temuan ini menegaskan bahwa strategi IMC yang terintegrasi dan disesuaikan dengan hasil analisis SWOT dapat menjadi acuan efektif bagi pengembangan promosi desa wisata berbasis komunitas.
Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan pada Destinasi Halal Tourism Kurma Park Nikmatul Khasanah; M. Rifa’i
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2025): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/etpfxy60

Abstract

Halal tourism menjadi tren global seiring meningkatnya wisatawan muslim dan kebutuhan layanan sesuai prinsip syariah. Indonesia menempati peringkat pertama destinasi dengan skor peningkatan halal tourism tertinggi dunia, menunjukkan potensi besar pengembangan destinasi seperti Kurma Park. Penelitian bertujuan mengetahui strategi komunikasi pemasaran terpadu (IMC) Kurma Park dalam meningkatkan kunjungan wisatawan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui dokumentasi, wawancara. Hasil menunjukkan penerapan elemen IMC variatif dan konsisten meliputi advertising, personal selling, sales promotion, direct marketing, digital marketing, dan public relations. Strategi ini berhasil mempengaruhi aspek kognitif, afektif, dan konatif wisatawan berdasarkan model Hierarchy of effects. Penelitian menekankan pentingnya strategi IMC berprinsip halal dalam meningkatkan daya saing industri pariwisata muslim melalui dimensi etis, imersif, digital, dan jaminan syariah yang memastikan efektivitas pemasaran sekaligus kesesuaian nilai Islam.