Toyfur Rachman
Universitas Sangga Buana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENILAIAN KINERJA BANGUNAN PENGAMAN PANTAI TERHADAP PENENTUAN PRIORITAS REHABILITASI KONSTRUKSI (STUDI KASUS PANTAI KEMA DAN PANTAI LILANG) Toyfur Rachman
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 3 No. 1 (2023): SIMTEKS - Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v3i1.2551

Abstract

Pantai Kema dan Pantai Lilang berlokasi di Sulawesi Utara, tepatnya di Desa Kema Dua, Desa Kema Tiga dan Desa Lilang, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara. Bangunan Pantai Kema dan bangunan Pantai Lilang tentunya juga mengalami berbagai masalah seperti yang dialami oleh bangunan pantai lainnya. Hal yang harus dipahami adalah bagaimana menjaga agar bangunan pantai dapat bekerja secara optimal untuk mereduksi gelombang laut. Analisis penilaian kinerja bangunan pengaman pantai bertujuan untuk peningkatan optimasilasi dan proteksi gelombang, sedimen, pasang surut terhadap pemukiman atau bangunan dibelakangnnya. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Tinggi dan periode gelombang laut ekstrim dari arah selatan dengan H = 1,19 m dan T = 11.9 detik. Tipe pasang surut campuran, condong ke semi diurnal, dengan tunggang pasang setinggi 1,39 m – 1,40 m. tinggi run up sebesar 2,6 m di pantai kema dan 2,7 m dipantai Lilang yang mengakibatkan overtopping pada saat gelombang tinggi sehingga berdampak pada kinerja bangunan. Besar volume transport sedimen tahunan selama sepuluh tahun pemodelan berkisar antara 99.385 m3 terjadi di Pantai Kema dan 17.287 m3 terjadi di Pantai Lilang. Hasil dari penilaian kinerja bangunan pengaman pantai yang meliputi inventarisasi, pemantauan dan analisis data pasang surut, gelombang, pemodelan perubahan garis pantai dan sedimen transpor di Pantai Kema dan Pantai Lilang. Terdapat 25 ruas bangunan, didapatkan mayoritas dalam kondisi baik sebanyak 80 % dan  dalam kondisi cukup baik 20 % dengan saran tindakan adalah pemantauan.