Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengembangan Kota Baru di Indonesia Karyoedi, Mochtarram
Journal of Regional and City Planning Vol 4, No 9 (1993)
Publisher : The ITB Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.466 KB)

Abstract

Masalah utama dalam pembangunan tata ruang di Indonesia adalah lokasi geografis pulau-pulau yang tersebar. Keadaan tersebut diperburuk dengan persoalan distribusi penduduk yang tidak merata, ketimpangan pendapatan antara wilayah dan ketidakmerataan struktur ekonomi di antara pulau—pulau tersebut. Hal ini juga menyangkut perbedaan karakter kawasan desa dan kota. Penduduk kota tumbuh dengan cepat, dalam Repelita IV ( 1984-7 988) diperkirakan penduduk kota berjumlah 50 juta orang (sekitar 28% totalpenduduk).Pertumbuhan kota yang cepat terutama disebabkan oleh pesatnya pertumbuhan aktivitas pembangunan sektor industri dan jasa, yang dapat menarik penduduk desa ke kota. Apa pun usaha pemerintah Indonesia, fakta menunjukkan masih besarnya jumlah migrasi dari desa mencari peluang yang lebih baik untuk hidup di kota. Ketersediaan fasilitas dan jasa di kota-kota juga lebih baik dan kenyamanan yang lebih dibanding dengan lingkungan kawasan desa.Para migran dari desa menyerbu kawasan hunian, apakah mereka bertempat tinggal bersama—sama dengan sanak famili mereka, di rumah sewa (atau kosl atau membangun rumah baru, dengan atau tanpa ijin formal dari pemerintah kota.Kebanyakan kota-kota besar utama berpenduduk lebih dari 1 juta orang, berlokasi di pulau Jawa (Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya) dan hanya satu kota di luar Jawa (Medan di pulau Sumatera). Disetiap propinsi terdapat kota-kota dengan penduduk 200.000 — 500.000 jiwa, yang berfungsi sebagai ibukota propinsi. Kemudian sejumlah besar kota—kota lebih kecil dengan penduduk kurang dari 50.000 orang (di luar Jawa bahkan kurang dari 10. 000 orang), sementara kota-kota menengah berjumlah lebih sedi-kit. Dalam kaitannya dengan keseimbangan sistem kota, nampak adanya kekurangan kota menengah di propinsi-propinsi.Perkembangan kota—kota besar Indonesia kebanyakan berasal dari permukiman pedesaan yang tumbuh meluas. Selama masa penjajahan belanda, banyak kota dibangun dengan tujuan tertentu. Pengembangan kota ditujukan untuk memperkuat administrasi penjajah, sebagai pusat eksploatasi sumbervsumber atau dikembangkan sebagai pusat perdagangan untuk pasaran dunia timur-barat, ketimbang memperhatikan situasi lokal. Hingga 1970 tidak ada usaha yang berarti dalam pengembangan kota untuk mengubah struktur internal kota warisan penjajah.Pada era Pelita, pemerintah Indonesia mulai lebih menekankan program-program pembangunan kota, seperti Program Perbaikan Kampung (KIP/, program perbaikan dan penyediaan perumahan dan program pengembangan prasarana. Program-program tersebut nampaknya hanya mampu mencakup struktur internal kota, tetapi tidak terlihat dampak dalam kaitan dengan struktur eksternal.
Penyusunan P3KT di Daerah Karyoedi, Mochtarram
Journal of Regional and City Planning Vol 1, No 1 (1990): Perkenalan
Publisher : The ITB Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.763 KB)

Abstract

Seuatu kenyataan tak dapat dielakkan, yakni kekuatan masa dan kekuatan komersial demikian dominan dalam mewarnai pertumbuhan kota. Kenyataan lain sebagai ironi, proses perencanaan dan tindak pengendalian nyaris selalu tertinggal. Banyak faktor, kompleksitas situasi serta kemauan politik, senantiasa menjadi pembenaran dalam upaya menjelaskan pokok persoalan di balik kenyataan di atas. Namun untuk mengurai kerumitan di balik kenyataan itu, ada sebuah catatan yang patut disimak.
Eksternalitas dan Transaction Costs Dalam Mekanisme Pasar Pada Pengembangan Lahan dan Properti di Kawasan Perkotaan Bandung Karyoedi, Mochtarram
Journal of Regional and City Planning Vol 17, No 2 (2006)
Publisher : Center for Research and Community Services ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Land (and property) development should be viewed not only as physical development, or as a matter of supply-demand of property development, or it is an event-sequence of management process. It should be viewed as complexity of the events and agency involves in the process and diversity of form within in a given institutional setting. This study focus on the nature and the consequences of transaction costs economic for the land development process performance. The incident of transaction cost (approximately toward 20%) should be regarded as an indicator that there could be externalities consequences – but according to the field interview in the case of land and property development in the City of Bandung, there had been no respond of that matter. The developers viewed that they tend to refused their responsibility and leave it to the government (or the public) to solve the problem. Some developer had a good initiative by joining together with the local community to cope with the problem.Keywords: land and property development, management process, institutions, transaction costs, developer, externalities, government, public
The Problems, Issues and Challenges of Planning Education in Indonesia Karyoedi, Mochtarram
Journal of Regional and City Planning Vol 7, No 20 (1996)
Publisher : Center for Research and Community Services ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.767 KB)

Abstract

This  article  is  intended  to  describe  the  current  development  of  planning  education  in Indonesia and will consist of 3 main issues as follows: Firstly,  a quick look at the dynamic of  national,  regional  and  local  planning  development  concept  and  practice,  and  in  line with the need of Indonesian development program this paper is also intended to explore the importance  and  need  of  planning  education,  and lastly this paper is going to discuss the development of planning education in Indonesia.
Orientasi Dasar Pertimbangan Penyusunan Rencana Pembangunan DKI Jakarta Sujarto, Djoko; Karyoedi, Mochtarram
Journal of Regional and City Planning Vol 7, No 21 (1996)
Publisher : Center for Research and Community Services ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.535 KB)

Abstract

The DKI Jakarta 1985-2005 Spatial Plan faces many challenges and changes in its implementation due to the rapid growth of Jakarta. These changes are characterized by the development of planning paradigm which influences the formulation of the Spatial Plan, and also the Law No. 24/1992 on Spatial Plan. These phenomenon is the basis for the re-orientation in formulating the DKI Jakarta development plan.
Aspek Legal Dalam Penataan Ruang Karyoedi, Mochtarram
Journal of Regional and City Planning Vol 6, No 17 (1995)
Publisher : Center for Research and Community Services ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.058 KB)

Abstract

.....