Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mewujudkan Kestabilan Ekonomi dan Pencegahan Stunting demi Kesejahteraan Masyarakat Rudi Alamsyah; Sri Danti Maulida Sari; Rafly Fahrezi; Alpiansyah Alpiansyah; Jelita Fortiana; Salma Nur Nabila; Mayang Selpiyana; Verdi Eza Irawan; Ruri Mutiara Ayuni; Rayhanna Adisthi Putri; Silvi Apriliyanti; Moh Azral Fathurrazaq; Deni Ramdan Septian; Firda Febriyani; Anifa Liana; Windi Putriani; Rifki Maulana Yusup; Arwani Noer Kasih; Muhamad Rifal Fadilah; Garnis Fadillah Rachma; Nur Hidayah Kusumaningrum Fadhilah; Khairul Mujahidi; M Zulvan Dwiatmoko; Meutia Riany
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 01 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v3i01.947

Abstract

Pendataan UMKM merupakan salah satu program kerja yang ada di kuliah kerja nyata Desa Cikakak. UMKM adalah usaha produktif yang dimiliki perorangan yang banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perkembangan UMKM yang ada di Desa Cikakak serta kendala - kendala yang dihadapi para pelaku UMKM tersebut dalam mengembangkan usahanya Selain digunakan sebagai identitas usaha, kepemilikan NIB adalah sesuatu yang membawa keuntungan bagi para pemilik usaha, seperti lebih mudah mendapatkan dokumen legalitas, proses perizinan usaha lebih mudah dan cepat, mendapat perlindungan hukum yang sah dan aman, mempermudah perolehan investasi dan perolehan pinjaman. Selain kendala tidak memiliki legalitas produk. Pelaku UMKM di Desa Cikakak juga memiliki kendala dalam hal promosi. Kami memberikan solusi dengan membuat online shop seperti tiktok shop agar lebih mudah dalam penjualan serta mengajarkan bagaimana melakukan promosi secara online dikarenakan media promosi online merupakan sarana pemasaran melalui internet dengan memanfaatkan berbagai teknologi digital seperti website, media sosial, perangkat seluler, mesin pencari, dan saluran lainnya. Selain itu Stunting merupakan penggambaran dari status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Stunting disebabkan oleh beberapa hal diantaranya: yang pertama, asupan gizi yang kurang pada saat 1000 hari pertama kehidupan anak, yaitu ketika anak masih dalam kandungan sampai dengan anak berusia 2 tahun. Penyebab kedua yaitu kurangnya asupan protein yang diterima oleh anak. Penyebab ketiga dari stunting ini adalah dikarenakan pada masa kehamilan, melahirkan, menyusui, dan pemberian MPASI, anak tidak mendapatkan asupan nustrisi yang cukup. Sebab ke empat adalah buruknya kebersihan ingkungan sehingga menyebabkan anak sering terkena infeksi. Penelitian ini bersifat observasi dan wawancara yang dilakukan di Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi. Akibat kurang nya kesadaran masyarakat, maka mahasiswa KKN Universitas Nusa Putra bekerjasama dengan pemerintah Desa Cikakak dan Bapak/Ibu Guru SD Negeri Gadog untuk melakukan kegiatan sosialisasi pencegahan stunting, dan ikut membantu pengerjaan program PMT (Pemberian Makanan Tambahan) dan penyerahan banner untuk posyandu pinang nunggal. Kegiatan ini berisikan tentang himbauan pencegahan serta penanganan stunting, selain itu kegiatan PMT juga salah satu upaya pemerintah dalam pengurangan penderita stunting dengan cara pemenuhan asupan nutrisi bagi anak yang terindikasi stunting dan ibu dengan kehamilan KEK. Lalu dampak kesenjangan yang terjadi bila tidak menerapkan pola hidup sehat dan bersih yang bisa menyebabkan stunting pada anak dan remaja. Dari kegiatan ini, hasil serta target yang ingin dicapai mahasiswa KKN adalah masyarakat di desa cikakak baik anak, remaja atau dewasa bisa sadar akan bahaya nya stunting, dan mengetahui tentang cara mencegah stunting.
DeconStructing the IDR 271 Trillion Scandal: Fraud Hexagon's Perspective on the Governance of State-Owned Mining Enterprises Taofik Muhammad Gumelar; Rudi Alamsyah
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 5 No. 12 (2026): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jrssem.v5i12.1649

Abstract

Corruption remains a fundamental obstacle to economic development and governance across various industrial sectors, including mining. Indonesia continues to be categorized as a country with a high level of corruption, particularly within extractive industries. The corruption scandal involving PT Timah Tbk represents one of the largest cases illustrating the complexity of governance challenges and significant oversight weaknesses, with a 2023 audit by the Supreme Audit Agency (Badan Pemeriksa Keuangan/BPK) reporting state losses amounting to IDR 271 trillion. This study aimed to analyze the application of the Fraud Hexagon model in detecting indications of corruption at PT Timah Tbk, a strategic mining company in Indonesia, by examining six key elements: pressure, opportunity, rationalization, capability, arrogance, and collusion. This study employed a qualitative method with a case study approach, utilizing primary data from interviews and secondary data consisting of financial reports, BPK audit findings, investigative media reports, and Supreme Court rulings. Data analysis was conducted using thematic analysis, content analysis, and the Miles and Huberman data analysis model, with findings validated through data source triangulation. The results indicate that arrogance functions as a primary triggering factor, as individuals in strategic positions may perceive themselves as superior and beyond legal accountability, while collusion reinforces corrupt practices through structured networks involving state-owned enterprise officials, private-sector actors, and government regulators. The implications of this study highlight the need to strengthen technology-based internal control systems and enhance managerial accountability to prevent similar scandals from recurring in Indonesia’s strategic mining sector.