Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan lahan pada masa Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) kelapa sawit, yang menyebabkan petani tidak memperoleh pendapatan selama periode tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan teknis, agronomis, dan finansial dari penerapan sistem tumpang sari cabai rawit pada lahan replanting kelapa sawit fase TBM. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur, dengan mengumpulkan dan mensintesis data dari berbagai jurnal ilmiah dan sumber relevan terkait budidaya dan analisis ekonomi. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara agronomis, sistem tumpang sari layak diterapkan terutama pada fase TBM I–II karena ketersediaan cahaya dan ruang tumbuh yang optimal dengan tingkat kompetisi rendah. Dari aspek teknis, keberhasilan budidaya sangat dipengaruhi oleh pengelolaan lahan, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit. Secara finansial, usahatani cabai rawit menunjukkan kelayakan tinggi dengan nilai R/C Ratio lebih dari 2, yang berarti memberikan keuntungan signifikan meskipun memiliki risiko tinggi. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi analisis agronomis dan finansial dalam konteks optimalisasi lahan TBM. Implikasi penelitian ini adalah memberikan alternatif strategi bagi petani untuk meningkatkan produktivitas lahan dan pendapatan selama masa replanting