Peristiwa gempa bumi dan tsunami yang melanda Pangandaran pada tanggal 17 Juli 2006 menyebabkan 202 toko dan kios cenderamata hancur. Nilai kerugian bangunan dan modal usaha mencapai 9,8 miliar Rupiah. Himpunan Pengrajin Pangandaran (HPP) sebagai salah bentuk implementasi Program Pemberdayaan Nelayan Pangandaran (PPNP) telah dijalankan sejak tahun 2007 memberikan perhatian kepada pengembangan usaha kerajinan Pangandaran. Kelompok tersebut merupakan bentuk perencanaan bottom-up yang memberdayakan masyarakat, sehingga perencanaan dapat diarahkan sesuai kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana dan sejauh apa fungsi HPP bagi pemulihan usaha anggotanya. Fungsi yang dimaksud meliputi fungsi tanggap darurat, pengorganisasian, produksi, pembiayaan, pemasaran dan peningkatan kapasitas. Sampai saat ini peran yang paling menonjol oleh HPP hanya terbatas pada pengorganisasian saja. Kuatnya pengorganisasian yang ada di HPP ini tidak diikuti dengan strategi pengembangan usaha dan kelompok yang baik. Oleh karena itu, HPP perlu meningkatkan daya kompetitif melalui perluasan pemasaran, pencarian alternatif pemasok bahan baku, inovasi secara kolektif, perbaikan hubungan dengan Disperindag dan Kelompok Studi dan Pengembangan Institusi (KSPI) dan menjadi kekuatan pengembangan ekonomi lokal di Pangandaran.Kata kunci: Tsunami, Himpunan Pengrajin Pangandaran (HPP), Pangandaran, fungsi HPPÂ Events of the earthquake and tsunami that hit Pangandaran on July 17, 2006 led to 202 shops and souvenir stalls were destroyed. The value of buildings and capital losses reached 9.8 billion Rupiah. Pangandaran Craftsmen Association (HPP) as one form of implementation of the Fishermans Empowerment Program Pangandaran (PPNP) has been run since 2007 to give attention to the development of Pangandaran craft. The group is a form of bottom-up planning that empowers people so that planning can be directed according to community needs. This study aims to see how and to what extent the function of HPP for the recovery of its members. Functions would include emergency response functions, organization, production, financing, marketing and capacity building. Until now the most prominent role by HPP is limited to organizing it. Strong organization at HPP is not followed by the business development strategy and a good group. HPP therefore need to increase the competitive power through the expansion of marketing, the search for alternative suppliers of raw materials, collective innovation, and improved relations with Disperindag KSPI and the strength of local economic development in Pangandaran.Keywords: Tsunami, Himpunan Pengrajin Pangandaran (HPP), Pangandaran, HPP function