Khusnainah Khusnainah
SMP Negeri 2 Imogiri, Bantul, Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam melalui model Problem Based Learning pada peserta didik kelas VII di SMP Negeri 2 Imogiri Khusnainah Khusnainah
Al-Khos: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 1 (2023): Juni
Publisher : Al-Khos: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62808/al-khos.v3i1.75

Abstract

Jenis penenlitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dilator belakangi oleh prestasi belajar yang kurang pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi ikhlas, sabar dan pemaaf. Permasalahan tersebut dibahas melalui Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dengan dua siklus dengan tiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Imogiri Kabupaten Bantul. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi dan tes. Hasil belajar dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) menunjukkan bahwa keaktifan dan semangat peserta didik meningkat yang akhirnya membuat prestasi belajar peserta didik mengalami peningkatan setelah diterapkannya model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), dengan hasil sebagai berikut: Siklus I pertemuan 1 persentase prestasi belajar mencapai 8 peserta didik atau 29,13% peserta didik yang tuntas dan ada 21 peserta didik atau 72,41% peserta didik yang belum tuntas sedangkan pertemuan 2 persentase prestasi belajar mencapai 10 peserta didik atau 34,48% peserta didik yang tuntas dan ada 19 peserta didik atau 65,86% peserta didik yang belum tuntas. Siklus II pertemuan 1 persentase prestasi belajar mencapai 24 peserta didik atau 82,76% peserta didik yang tuntas dan ada 5 peserta didik atau 17,24% peserta didik yang belum tuntas sedangkan pertemuan 2 persentase prestasi belajarmencapai 26 peserta didik atau 89,66% peserta didik yang tuntas dan nada 3 peserta didik atau 10,34% peserta didik yang belum tuntas.
Upaya meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam melalui model Problem Based Learning pada peserta didik kelas VII di SMP Negeri 2 Imogiri Khusnainah Khusnainah
Al-Khos: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 2 (2023): Desember
Publisher : Al-Khos: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62808/al-khos.v3i2.88

Abstract

Jenis penenlitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dilator belakangi oleh prestasi belajar yang kurang pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi ikhlas, sabar dan pemaaf. Permasalahan tersebut dibahas melalui Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dengan dua siklus dengan tiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Imogiri Kabupaten Bantul. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi dan tes. Hasil belajar dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) menunjukkan bahwa keaktifan dan semangat peserta didik meningkat yang akhirnya membuat prestasi belajar peserta didik mengalami peningkatan setelah diterapkannya model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), dengan hasil sebagai berikut: Siklus I pertemuan 1 persentase prestasi belajar mencapai 8 peserta didik atau 29,13% peserta didik yang tuntas dan ada 21 peserta didik atau 72,41% peserta didik yang belum tuntas sedangkan pertemuan 2 persentase prestasi belajar mencapai 10 peserta didik atau 34,48% peserta didik yang tuntas dan ada 19 peserta didik atau 65,86% peserta didik yang belum tuntas. Siklus II pertemuan 1 persentase prestasi belajar mencapai 24 peserta didik atau 82,76% peserta didik yang tuntas dan ada 5 peserta didik atau 17,24% peserta didik yang belum tuntas sedangkan pertemuan 2 persentase prestasi belajarmencapai 26 peserta didik atau 89,66% peserta didik yang tuntas dan nada 3 peserta didik atau 10,34% peserta didik yang belum tuntas.