Nirtafitri Trianisa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RESILIENSI PADA KETURUNAN TIONGHOA YANG MELAKUKAN KOVERSI AGAMA KE ISLAM Nirtafitri Trianisa
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Pengembangan SDM Vol. 8 No. 2 (2020): JURNAL PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN SDM
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37721/psi.v8i2.723

Abstract

Dikotomi Islam-Tionghoa yang berkembang di masyarakat saat ini,  menimbulkan pengaruh yang besar terhadap etnis Tionghoa yang ingin berkonversi ke Islam. Mereka harus siap mendapat pandangan negatif dari etnisnya sendiri maupun pandangan yang janggal dari kalangan Islam sendiri. Namun,  ada sebagian dari mereka yang mampu untuk bangkit dan bertahan dari masalah tersebut serta berhasil menjadi individu yang lebih baik. Mereka adalah individu yang dapat mengembangkan kemampuan resiliensinya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kemampuan resiliensi pada keturunan Tionghoa yang melakukan konversi agama ke Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek tiga orang keturunan Tionghoa yang melakukan konversi agama ke Islam.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan resiliensi yang berkembang pada ketiga subjek berbeda-beda. Pada subjek pertama, kemampuan resiliensi yang berkembang adalah regulasi emosi, pengendalian impuls, empati, optimisme, dan reaching out. Kemampuan yang kurang berkembang pada YK adalah efikasi diri dan causal analysis. Pada subjek kedua, kemampuan resiliensi yang berkembang adalah regulasi emosi, pengendalian impuls, empati, optimisme, efikasi diri, dan reaching out sedangkan kemampuan yang kurang berkembang adalah causal analysis. Pada subjek ke tiga, kemampuan resiliensi yang berkembang adalah regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, causal analysis, efikasi diri, dan reaching out sedangkan kemampuan yang kurang berkembang adalah empati. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa berkembangnya kemampuan resiliensi pada subjek dipengaruhi oleh faktor protektif yang mereka miliki, yaitu komunitas agama Islam yang memberikan dukungan baik secara emosi, moral dan intelektual selama proses konversi. Kata kunci: keturunan tionghoa, konversi agama, resiliensi