Fitri Perdana
Perpustakaan dan Sains Informasi Fikom Unpad, Bandung, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMANFAATAN SENAYAN LIBRARY MANAGEMENT SYSTEM (SLIMS) UNTUK MENGELOLA BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN MASJID: PEMANFAATAN SENAYAN LIBRARY MANAGEMENT SYSTEM (SLIMS) UNTUK MENGELOLA BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN MASJID Dian Sinaga; Fitri Perdana
KABUYUTAN Vol 2 No 3 (2023): Kabuyutan, Nopember 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v2i3.211

Abstract

Di era informasi seperti sekarang ini, Perpustakaan yang berbasis teknologi informasi diharapkan mampu memberikan suatu kemudahan bagi pemustaka serta memberikan informasi yang lebih cepat dan tepat. Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi informasi di perpustakaan dapat dilihat dari penerapan Senayan Library Management System (SLiMS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan dampak dari penggunaan aplikasi SLiMS dalam sistem pengolahan bahan pustaka di Perpustakaan Masjid, serta cara aplikasi SLiMS dapat membantu Perpustakaan Masjid dalam pengolahan dan katalogisasi bahan pustaka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Aplikasi SLiMS digunakan karena penerapannya yang memberikan banyak dampak positif, termasuk dalam pengolahan bahan pustaka. Aplikasi SLiMS dapat mempermudah dan mempercepat pelaksanaan pengolahan bahan pustaka di Perpustakaan Masjid, sebab jika dibandingkan saat masih menggunakan pengolahan bahan pustaka secara manual harus membuat katalog yang berisi deskripsi bibliografi yaitu: judul buku, pengarang buku, edisi, kota terbit, penerbit, tahun terbit, deskripsi fisik, judul seri, daftar pustaka, ISBN dan lain sebagainya. Disamping itu, menentukan tajuk entri utama, entri tambahan, nomor klasifikasi, katalog yang harus dibuat setiap buku minimal 3 kartu katalog yang harus diketik satu persatu, tapi setelah menerapkan aplikasi SLiMS sudah jauh lebih cepat dalam menyelesaikan pekerjaan, karena setelah menginput data bibliografi tajuk entri utama dan entri tambahan serta nomor klasifikasi, secara otomatis 3 katalog tersebut muncul dalam komputer. Penggunaan aplikasi SLiMS lebih efektif dan lebih efisien terutama dalam kegiatan pekerjaan pengolahan bahan pustaka.
MANAJEMEN DINAS ARSIP DAN PERPUSTAKAAN KOTA BANDUNG DALAM MENINGKATAN MINAT BACA: MANAJEMEN DINAS ARSIP DAN PERPUSTAKAAN KOTA BANDUNG DALAM MENINGKATAN MINAT BACA Fitri Perdana; Dian Sinaga
KABUYUTAN Vol 2 No 3 (2023): Kabuyutan, Nopember 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v2i3.212

Abstract

Perpustakaan umum merupakan lembaga layanan informasi dan bahan bacaan yang ditujukan untuk masyarakat secara umum. Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung memiliki beberapa program unggulan dalam meningkatkan minat baca, diantaranya: program One Family One Book, World Book Capital, dan Gerakan Maca Sauyunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen yang dilaksanakan dalam meningkatkan minat baca. Metode penelitian ini adalah kualitatif, melalui pengumpulan data observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini di peroleh Pada Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung pengimplemetasian manajemen sudah dilakukan dengan sangat baik, hal ini dibuktikan dengan berjalannya berbagai program dan inovasi yang telah dilaksanakan sebagai upaya meningkatnya minat baca masyarakat, selain itu juga dicapai dengan bertambahnya jumlah pemustaka di setiap tahunnya. Meskipun tidak lepas dari adanya kekurangan, seperti kurangnya sumber daya manusia yang ada, namun lembaga ini terus berupaya untuk mengatasi hal tersebut agar kedepannya dapat selalu menjadi lembaga informasi yang berguna bagi masyarakat. Selain itu, adanya keterlibatan pimpinan perpustakaan dalam menerapkan pengorganisasian struktur staf dan kinerja sudah diatur dengan baik. Diharapkan ke depannya Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung akan terus berkembang dan benar-benar dapat mewujudkan Bandung sebagai Kota Buku Sejagad dengan masyarakat yang gemar membaca.
MANAJEMEN LEMBAGA INFORMASI DI MUSEUM GEDUNG SATE BANDUNG: MANAJEMEN LEMBAGA INFORMASI DI MUSEUM GEDUNG SATE BANDUNG Fitri Perdana; Dian Sinaga
KABUYUTAN Vol 3 No 2 (2024): Kabuyutan, Juli 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v3i2.257

Abstract

Museum sering dikenal sebagai tempat penyimpanan benda-benda purbakala atau kuno yang sudah tidak berguna lagi. Padahal, sebagai lembaga informasi, museum menyimpan sejumlah koleksi yang berisi informasi penting untuk dikomunikasikan kepada khalayak yang lebih luas dengan cara dipamerkan. Untuk itu penting bagi pihak museum untuk terus melakukan pembenahan dan pengelolaan yang baik dimana pihak museum dituntut untuk mempertimbangkan secara matang tantangan dan kebutuhan museum, fasilitas, personel dan dana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih jauh bagaimana sistem pengelolaan yang diterapkan oleh Museum Gedung Sate sebagai lembaga informasi. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif, pengumpulan data diperoleh dari observasi dan studi kepustakaan dari buku-buku dan literatur lainnya. Berdasarkan analisis yang dilakukan diketahui bahwa Museum Gedung Sate melaksanakan kegiatan perencanaannya dengan menyusun rencana dan pengembangan jangka panjang, melakukan studi banding, menyusun strategi pengembangan, dan menyusun rencana anggaran. Dalam proses pergerakannya, museum melakukan proses pengadaan dan aktualisasi koleksi untuk menjamin koleksi tersebut dapat diterima dan dinikmati oleh pengunjung. Proses pengorganisasia, dilakukan dengan membagi SDM sesuai dengan kebutuhan museum, pengelompokan koleksi, dan lain sebagainya. Terakhir, tahap pengendalian dilakukan melalui pertemuan rutin dan evaluasi, serta pembuatan peraturan dan kebijakan yang ditujukan kepada pengunjung dan staf untuk menjamin ketertiban. Strategi manajemen yang diterapkan di museum telah disusun secara runtut sesuai dengan konsep manajemen.