Noeryanti
Jurusan Statistika, Fakultas Sains Terapan, Institut Sains & Teknologi AKPRIND

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SPATIAL DURBIN ERROR MODEL PADA PEMODELAN TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Heribertin Pau Teku; Noeryanti; Rokhana Dwi Bekti
Jurnal Statistika Industri dan Komputasi Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Statistika Industri dan Komputasi
Publisher : Program Studi Statistika, Fakultas Sains dan Teknologi Informasi, Universitas AKPRIND Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/statistika.v8i2.4452

Abstract

Pertumbuhan angkatan kerja yang tergolong cepat dan ketersediaan lapangan kerja yang tidak seimbang mengakibatkan timbulnya masalah pengangguran di suatu wilayah atau daerah. Besarnya persentase tingkat pengangguran dapat mengakibatkan pembangunan ekonomi menjadi semakin terpuruk. Hal ini dikarenakan pengangguran menjadi salah satu indikator untuk menunjukkan tingkat kesejahteraan akibat dari pembangunan ekonomi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi tingkat pengangguran terbuka dengan membandingkan model Ordinary Least Square (OLS), Spatial Error Model (SEM) dan Spatial Durbin Error Model (SDEM). Terdapat 4 variabel independen yang diduga memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka yaitu persentase penduduk miskin (X1), tingkat partisipasi angkatan kerja (X2), indeks pembangunan manusia (X3) dan angka partisipasi murni tingkat sekolah menegah atas (X4). Hasil uji asumsi klasik OLS menunjukan terjadi heteroskedastisitas sehingga diduga terdapat efek spasial dan dilanjutkan pada pemodelan spasial. Pada uji autokorelasi spasial menunjukkan bahwa terdapat efek spasial pada variabel independen (X) dan nilai Error (e), sehingga pengujian dengan model SEM dan SDEM dapat dilakukan. Berdasarkan perbandingan nilai AIC dari pemodelan OLS, SEM dan SDEM, diketahui bahwa pemodelan SDEM memiliki nilai AIC terkecil yakni sebesar 73.2 sehingga baik untuk memodelkan tingkat pengangguran terbuka di provinsi NTT. Pemodelan SDEM dengan variabel yang signifikan menunjukan bahwa indeks pembangunan manusia (X3) signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka.
PERBANDINGAN MODEL ORDINARY KRIGING DAN ROBUST KRIGING TERHADAP CURAH HUJAN DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT Fida Fariha Amatullah; Rokhana Dwi Bekti; Noeryanti
Jurnal Statistika Industri dan Komputasi Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Statistika Industri dan Komputasi
Publisher : Program Studi Statistika, Fakultas Sains dan Teknologi Informasi, Universitas AKPRIND Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/statistika.v8i2.4453

Abstract

Kabupaten Tanjung Jabung Barat memiliki areal kebun cukup luas. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil perkebunan yaitu curah hujan. Keterbatasan alat penakar hujan menyebabkan beberapa areal tidak tersampel, sehingga dibutuhkan prediksi curah hujan. Salah satu metode yang dapat memprediksi curah hujan di areal tidak tersampel yaitu metode kriging. Metode kriging dapat memprediksi berdasarkan bobot yang berasal dari semivariogram dan susunan dari lokasi di lingkungan sekitarnya. Tidak jarang data yang dijadikan sampel terdapat data pencilan spasial. Untuk mengatasi hal tersebut dapat digunakan metode ordinary kriging dan robust kriging yang dapat mengakomodir adanya pencilan. Sebelum melakukan prediksi, diperhitungkan terlebih dahulu nilai semivariogram. Semivariogram yang digunakan yaitu semivariogram eksperimental, semivariogram robust dan semivariogram teoritis. Perhitungan semivariogram eksperimental dan robust digunakan untuk dapat menentukan model terbaik pada semivariogram teoritis yang digunakan untuk pendugaan. Hasil semivariogram teoritis terbaik yang dihasilkan dari metode ordinary kriging berdasarkan interval kelas yaitu gaussian dan model terbaik berdasarkan package gstat untuk ordinary dan robust kriging adalah model exponential. Perbandingan pendugaan antara ordinary kriging dan robust kriging menghasilkan bahwa pendugaan dengan metode ordinary kriging menggunakan model exponential lebih baik dibanding robust kriging ditunjukkan dengan nilai MAPE metode robust kriging sebesar 43,53% dan ordinary kriging sebesar 39,65% lebih kecil dibanding MAPE pada metode robust kriging.
PERBANDINGAN PERAMALAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN MENGGUNAKAN METODE AUTOREGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION Arif Muhamad; Noeryanti; Maria Titah Jatipaningrum
Jurnal Statistika Industri dan Komputasi Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Statistika Industri dan Komputasi
Publisher : Program Studi Statistika, Fakultas Sains dan Teknologi Informasi, Universitas AKPRIND Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/statistika.v8i2.4456

Abstract

Harga saham merupakan faktor penting dan harus diperhatikan oleh investor. Indeks saham bermanfaat sebagai gambaran pergerakan harga saham secara menyeluruh melalui Indeks Harga Saham Gabungan dan sebagai acuan kinerja untuk mengukur keuntungan di masa mendatang. Tujuan penelitian ini untuk meramalkan Indeks Harga Saham Gabungan yang akan datang menggunakan metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) dan metode Backpropagation. Dari hasil analisis diperoleh nilai MAPE dan MSE terkecil, menggunakan metode ARIMA dengan nilai MAPE 0,010597656 dan nilai MSE 6458,939925. Memberikan hasil ramalan Indeks Harga Saham Gabungan sebesar 6976,71 untuk bulan November 2022, 6810,22 untuk bulan Desember 2022, 6731,88 untuk bulan Januari 2023 ,dan 6849,16 untuk bulan Februari 2023.