p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Mitrasehat
Sumarni
Program Studi D-III Kebidanan, Fakultas Sains dan Kesehatan, Universitas Andi Sudirman

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI RANGE OF MOTION PASIF TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT EKSTREMITAS DI RUMAH SAKIT HAPSAH BONE Dewi Mulfiyanti; Sumarni
Jurnal Mitrasehat Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v14i1.440

Abstract

Latar belakang: Stroke di Indonesia mengalami peningkatan. Dampak yang ditimbulkan oleh stroke berupa hemiparase (kelemahan) dan hemiplegia (kelumpuhan) merupakan salah satu bentuk defisit motorik. Tujuan: Menganalisis intervensi penerapan dan latihan Range Of Motion (ROM). Metode: penulisan karya tulis ilmiah ini adalah jenis studi kasus dengan metode deskriptif. Dalam hal ini penulis mendeskripsikan tentang gambaran Implementasi Penerapan Latihan Range Of Motion (ROM) Pasif Terhadap Peningkatan Kekuatan otot. Hasil: Menunjukkan bahwa terdapat pengaruh terhadap kekuatan sebelum dan sesudah diberikan terapi Range Of Motion (ROM) pada Tn"L” yang sebelumnya memiliki kekuatan otot pada ekstermitas atas, bawah sebelah kiri yaitu skala 1 (10%). Sedangkan pada ekstermitas atas, bawah sebelah kanan klien yaitu skala 4 (75%). Mengalami peningkatan yaitu kekuatan otot pada ekstermitas atas, bawah sebelah kiri klien yaitu skala 2 (25%). Sedangkan ekstermitas atas, bawah sebelah kanan klien yaitu skala 5 (100%) Selama 7 hari pagi dan sore. Kesimpulan: Penelitian dari perubahan setelah pemberian terapi Range Of Motion (ROM) pasif selama 2 kali sehari dengan durasi 15-30 menit selama 7 hari yaitu efektif bahwa terapi Range Of Motion (ROM) dapat meningkatan kekuatan otot pada penyakit Non Hemoragik Stroke.
HUBUNGAN PERSEPSI IBU HAMIL DENGAN PERILAKU DETEKSI DINI DIABETES MELLITUS GESTASIONAL DI PUSKESMAS BAJOE BONE Sumarni; Radiah Ilham; Andi Ria Metasari; Andi Bintang
Jurnal Mitrasehat Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v14i1.442

Abstract

Latar belakang: Diabetes Mellitus Gestasional (DMG) adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seorang ibu hamil yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat penurunan sekresi insulin yang progresif. Prevalensi Diabetes Mellitus Gestasional di Indonesia masih tergolong kecil yaitu sekitar 3-5% tetapi angka ini bisa jadi lebih besar dikarenakan kasus DMG yang jarang terdeteksi. Di Indonesia semua ibu hamil dianjurkan untuk melakukan skrining DMG. Akan tetapi, belum banyak ibu hamil yang melakukannya. Tujuan: untuk mengetahui hubungan persepsi ibu hamil dengan perilaku deteksi dini diabetes mellitus gestasional di puskesmas Bajoe Kabupaten Bone tahun 2024. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Responden dalam penelitian ini adalah 69 ibu hamil yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Bajoe Kabupaten Bone dan menggunakan pelayanan kesehatan di puskesmas tersebut tahun 2024. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret-April 2024. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling dan data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil: Penelitian menunjukan bahwa sebagian ibu hamil melakukan deteksi dini diabetes mellitus gestasional (53,6%). Terdapat hubungan antara persepsi hambatan (p-value = 0,000) dan dorongan untuk bertindak (p-value = 0,012) dengan perilaku ibu hamil dalam melakukan deteksi dini diabetes mellitus gestasional. Sedangkan faktor yang tidak berhubungan secara signifikan yaitu usia, pengetahuan, persepsi kerentanan, persepsi keseriusan dan persepsi manfaat. Kesimpulan: Diharapkan puskesmas memeriksa secara rutin kunjungan antenatal ibu hamil untuk mengetahui deteksi dini apa saja yang belum dilakukan. Selain itu, ketersediaan reagen harus disesuaikan dengan jumlah dan kebutuhan yang diperlukan ibu hamil di wilayah kerja puseksmas.