Uddin B. Sore
Pogram Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bosowa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelaksanaan Program Penanganan Anak Jalanan Di Dinas Sosial Kota Makassar Yuniarti Miftahul Jannah; Natsir Tompo; Uddin B. Sore
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 1 No. 2 (2022): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Juli
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v1i2.1538

Abstract

Masalah anak jalanan menjadi sorotan publik dan perlu perhatian pemerintah pusat dan daerah untuk mengatasinya. Anak jalanan merupakan masalah sosial yang keberadaannya seringkali dirasakan sangat tidak menyenangkan dan meresahkan banyak orang di mata masyarakat. Saat ini anak jalanan menjadi masalah yang serius terutama di Ibu Kota Provinsi dan Kota-kota besar termasuk Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi program penanganan anak jalanan di Kota Makassar serta metode pembinaan yang diberikan untuk penanganan anak jalanan di Kota Makassar. Informan penelitian ini terdiri dari Kepala Seksi Pembinaan Anak Jalanan dan Anak Jalanan. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan informasi melalui wawancara dan tahap akhir dengan menarik kesimpulan atau observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan yang diukur berdasarkan teori Charles O. Jones terkait indikator organisasi, intrepretasi dan aplikasi (penerapan) belum mampu diterapkan secara efektif oleh Dinas Sosial Kota Makassar. Metode pembinaan yang diberikan sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 2 Tahun 2008 adalah pembinaan pencegahan, pembinaan lanjutan dan rehabilitas sosial. Dari hasil penelitian menunjukkan masih banyaknya anak jalanan yang berkeliaran ke jalanan untuk mengais rezeki juga masyarakat yang belum mengetahui larangan untuk tidak memberikan uang kepada anak jalanan The problem of street children is in the public spotlight and needs the attention of the central and local governments to overcome them. Street children are a social problem whose existence is often felt very unpleasant and disturbing many people in the eyes of society. Currently, street children are a serious problem, especially in provincial capitals and big cities, including Makassar City. This study aims to determine how the implementation of the program for handling street children in the city of Makassar and the method of guidance provided for the handling of street children in the city of Makassar. The informants of this study consisted of the Head of the Section for the Development of Street Children and Street Children. The type of research used is a descriptive qualitative approach. The data analysis technique is done by collecting information through interviews, and the final stage is by drawing conclusions or observations. The results showed that the implementation of policies measured based on Charles O. Jones' theory related to organizational indicators, interpretation, and application (application) had not been able to be applied effectively by the Makassar City Social Service. The coaching method provided in accordance with the Makassar City Regional Regulation No. 2 of 2008 is prevention, follow-up, and social rehabilitation. The results of the study, shows that there are still many street children who roam the streets to earn sustenance, as well as people who do not know the prohibition against giving money to street children
Penguatan Akuntabilitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dalam Mewujudkan Pendapatan Asli Desa Di Desa Dwi Tiro, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba Yuliana Yuliana; Ali Anas; Uddin B. Sore
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 5 No. 1 (2026): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v5i1.2894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiamana penguatan akuntabilitas BUMDes Berjasa Sejahtera serta untuk mengetahui faktor apa yang menjadi pendukung dan penghambat BUMDes Berjasa Sejahtera Desa Dwi Tiro, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik pengambilan data menggunakan instrumen wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan sebagai sumber data dari aparat BUMDes Berjasa Sejahtera, dan aparat Desa dan Kepala Desa beserta masyarakat yang di pilih dengan teknik purposif sesuai fungsi dan tanggungjawabnya. Hasil penelitian yang di peroleh bahwa akuntabilitas BUMDes Berjasa Sejahtera yang di ukur menggunakan prinsip-prinsip Akuntabilitas belum sepenuhnya terlaksana dengan optimal, masih ada beberapa hal yang perlu di lakukan perbaikan laporan pertanggungjawaban, mekanisme kerja yang jelas harus di buat dalam bentuk bagan alur kerja yang terpajang, terbuka di kantor, pembuatan bagan organisasi pengurus BUMDes, pemajangan visi dan misi serta papan informasi terkait BUMDes Berjasa Sejahtera, dan juga partisipasi masyarakat yang masih kurang. Masih terdapat beberapa faktor yang menjadi penghambat BUMDes yang perlu di benahi, seperti penyediaan komputer, lahan serta pembuatan kantor sekretariat dan toko khusus BUMDes yang belum tersedia. This research aims to find out how to strengthen the accountability of BUMDes Berjasa Sejahtera and to find out what factors support and inhibit BUMDes Berjasa Sejahtera Dwi Tiro Village, Bontotiro District, Bulukumba Regency. This research uses a qualitative descriptive research method, with data collection techniques using interview, observation and documentation instruments. Informants as data sources come from BUMDes Berjasa Sejahtera officials, and Village officials and Village Heads and the community who were selected using purposive techniques according to their functions and responsibilities. The research results show that the accountability of BUMDes Berjasa Sejahtera which is measured using the principles of accountability has not been fully implemented optimally, there are still several things that need to be done to improve the accountability report, a clear work mechanism must be created in the form of a work flow chart displayed , open in the office, making an organizational chart for BUMDes management, displaying the vision and mission as well as information boards related to BUMDes Berjasa Sejahtera, and also lacking community participation. There are still several factors that are hampering BUMDes that need to be addressed, such as the provision of computers, land and the creation of a secretariat office and special shop for BUMDes which are not yet available.