Ade Ferry Afrisal
Pogram Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bosowa

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Pengembangan Wisata Budaya Dan Agrowisata Di Tana Toraja Ave Makka; Ade Ferry Afrisal; Nining Haslinda Zainal
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 5 No. 1 (2026): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v5i1.2906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis mengenai (1) Bagaimana Strategi Pemerintah Daerah Tana Toraja dalam mengembangkan wisata budaya dan agrowisata (2) Apa saja yang menjadi faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pengembangan wisata tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi langsung. Teknik analisis data meliputi tahap-tahap pengumpulan data, reduksi data, pemeriksaan data dan penarikan atau kesimpulan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam pengembangan wisata belum maksimal dimana masih ada beberapa indikator pengembangan wisasata yang belum terpenuhi. Dalam pengembangan industri pawisata berbasis budaya dan agrowisata ada beberapa faktor yang berpengaruh baik faktor pendukung maupun faktor penghambat. Beberapa faktor pendukung dalam pengembangan industri pariwisata khususnya berbasis budaya dan agrowisata adalah potensi Sumber Daya Alam (SDA), Potensi Budaya dan SDM yang baik. Sedangkan faktor penghambat dalam pengembangan wisata tersebut antara lain kurangnya peran serta masyarakat serta kurangnya kerja sama dengan investor. This study aims to identify, describe, and analyze (1) the strategy of the Tana Toraja Regional Government in developing cultural tourism and agro-tourism (2) what are the supporting and inhibiting factors in the development of this tourism. This research was conducted using a qualitative descriptive approach. Data collection was carried out by means of observation, interviews and direct documentation. Data analysis techniques include the stages of data collection, data reduction, data examination and drawing or conclusions. The results of this study indicate that the strategy adopted by the local government in tourism development has not been maximized where there are still several indicators of tourism development that have not been fulfilled. In developing the culture-based tourism industry and agro-tourism, there are several factors that influence both supporting and inhibiting factors. Several supporting factors in the development of the tourism industry, especially culture-based and agro-tourism, are the potential of natural resources (SDA), cultural potential and good human resources. While the inhibiting factors in tourism development include the lack of community participation and lack of cooperation with investors.
Tatakelola Perusahaan Daerah Air Minum Kota Makassar Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Penanganan Ketersediaan Air Bersih: Studi Pada Kelurahan Untia, Kota Makassar Petrosina Petrosina; Nining Haslinda Zainal; Ade Ferry Afrisal
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 5 No. 1 (2026): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v5i1.3037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. Tatakelola Perusahaan PDAM Kota Makassar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penanganan ketersediaan air bersih. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, serta telaah dokumen melalui penelitian di PDAM Kota Makassar dan Masyarakat Untia yang terdampak. Model analisis yang digunakan yaitu teknik analisis menurut Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga alur kegiatan, antara lain pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa: (1) Sistem Tatakelola PDAM Kota Makassar sudah berjalan dan masih dalam tahap proses upaya mencapai prinsip-prinsip GCG (Good Corporate Governance), walaupun masih dalam proses pencapaian, penerapan prinsip keterbukaan pada pemegang saham, pembagian tugas dan tanggung jawab sesuai dengan kapasitas, tanggung jawab kepada masyarakat, mempertahankan keputusan dengan berbagai tekanan dari luar yang muncul dan memberikan hak dan kesempatan bagi pada pegawai untuk mengemukakan pendapat pada lingkungan PDAM Kota Makassar sudah berjalan dengan baik. Untuk mencapai prinsip GCG dalam lingkungan PDAM Kota Makassar harus berkomitmen dengan baik dalam menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab sehingga lingkungan PDAM Kota Makassar dapat berkembang dan maju dengan baik sehingga dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat secara prima. This study aims to determine. PDAM Makassar City Corporate Governance in improving community welfare through managing the availability of clean water. Data was collected through observation, in-depth interviews, and document review through research at PDAM Makassar City and the affected Untia Community. The analysis model used is the analysis technique according to Miles and Huberman which consists of three activity streams, including data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that: (1) The Makassar City PDAM Governance System is already running and is still in the process of achieving the principles of GCG (Good Corporate Governance), although it is still in the process of achieving, implementing the principles of openness to shareholders, dividing tasks and responsibilities according to with capacity, responsibility to the community, maintaining decisions with various external pressures that arise and providing rights and opportunities for employees to express opinions within the Makassar City PDAM environment has been running well. To achieve GCG principles within the Makassar City PDAM environment, you must be committed to carrying out your duties with a full sense of responsibility so that the Makassar City PDAM environment can develop and progress well so that it can provide excellent service to the community.
Efektivitas Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa Kepada Masyarakat Miskin Di Desa Meko Kecamatan Pamona Barat Kabupaten Poso Sulawesi Tengah Putu Yuni Parwati; Ade Ferry Afrisal; Ali Anas
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 5 No. 1 (2026): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v5i1.3524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Proses penyaluran bantuan langsung tunai kepada masyarakat miskin dan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas bantuan langsung tunai yang diberikan kepada masyarakat miskin di Desa Meko. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Proses Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara serta telaah dokumen di kantor Desa Meko Kecamatan Pamona Barat dan masyarakat Desa Meko. Teknik analisis data meliputi tahap-tahap pengumpulan data, reduksi data, pemeriksaan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses penyaluran bantuan lansung tunai (BLT-Dana Desa) kurang optimal dikarenakan proses pencairan yang tidak menentu setiap bulannya, akibat dana desa yang tidak menentu pencairannya, sehingga pemerintah daerah merapel setiap tiga bulan sekali, sehingga dampaknya kepada masyarakat sebagai penerima bantuan kurang puas akan layanan yang diberikan.  efektifitas penyaluran BLT-Dana Desa yang dirasakan oleh masyarakat Desa Meko tidak efektif karena adanya sistem family dalam penerimaan bantuan, tidak adanya sosialisasi terhadap calon penerima bantuan, ketergantungan masyarakat pada bantuan BLT, mengakibatkan masyarakat tidak dapat hidup mandiri untuk membangun usaha agar kelangsungan hidup mereka terjaga serta pemantuan pelaksanaan program tidak berjalan efektif akibatnya masyarakat menyalahgunakan bantuan yang diberikan. This study aims to determine the process of distributing direct cash assistance to the poor and to determine the extent of the effectiveness of direct cash assistance provided to the poor in Meko Village. This research was conducted with a qualitative descriptive approach. The data collection process was carried out through observation, interviews and document review at the Meko Village office, West Pamona District, and the Meko Village community. Data analysis techniques include the stages of data collection, data reduction, data examination and conclusions. The results of this study show that the process of distributing direct cash assistance (BLT- Village Funds) is less than optimal due to the erratic disbursement process every month, due to erratic village fund disbursement, so that the local government disburses every three months, so that the impact on the community as recipients of assistance is less satisfied with the services provided.  The effectiveness of BLT- Village Funds distribution felt by the Meko Village community is ineffective because of the family system in receiving assistance, the absence of socialization to prospective beneficiaries, community dependence on BLT assistance, resulting in the community not being able to live independently to build businesses so that their survival is maintained and monitoring the implementation of the program does not run effectively as a result of which the community misuses the assistance provided.