Hastuti Hastuti
Yogyakarta State University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PADA KAJIAN WADUK: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Ibnu Adzan Subakti; Hastuti Hastuti
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v10i1.27252

Abstract

Waduk merupakan infrastruktur sumber daya air yang berperan penting dalam penyediaan air, pengendalian banjir, irigasi, dan pembangkit listrik. Kompleksitas pengelolaan waduk mendorong berkembangnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan akurasi prediksi dan mendukung pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan penerapan AI pada studi waduk melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Artikel diperoleh dari database Scopus menggunakan aplikasi Publish or Perish dan diseleksi menggunakan alur PRISMA. Sebanyak 451 artikel diidentifikasi, dan 73 artikel di antaranya memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa jumlah publikasi mengalami peningkatan signifikan setelah tahun 2020 dan didominasi oleh negara China dan Iran. Metode AI yang paling banyak digunakan adalah Artificial Neural Network (ANN), Long Short-Term Memory (LSTM), Support Vector Machine (SVM), dan Random Forest (RF). Hasil sintesis menunjukkan bahwa AI telah dimanfaatkan pada berbagai bidang studi waduk, terutama prediksi aliran masuk, pengoperasian waduk, dan monitoring kualitas air. Namun, sebagian besar penelitian masih berfokus pada peningkatan akurasi prediksi berbasis data historis, sementara pengembangan sistem pengambilan keputusan, integrasi aspek keberlanjutan, dan kajian pada wilayah negara berkembang seperti Indonesia masih relatif terbatas. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan AI pada studi waduk didominasi oleh pendekatan prediktif dan belum banyak diarahkan pada pengelolaan waduk yang adaptif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan model AI yang lebih terintegrasi untuk mendukung pengelolaan waduk yang efektif, adaptif, dan berkelanjutan.