Marhadi Saputro
Pendidikan Matematika, Fakultas Pendidikan MIPA dan Teknologi IKIP PGRI Pontianak, Pontianak

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Keterlibatan dan Respon Siswa dalam Menyelesaikan Soal Tidak Rutin Pada Materi Lingkaran Kelas VIII SMP Yulita Kadinda Della; Marhadi Saputro; Wandra Irvandi
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran (JIPP) Vol. 2 No. 3 (2023): November: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran (JIPP)
Publisher : LPD IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jipp.v2i3.6549

Abstract

This research aims to determine students' involvement and responses in solving non-routine questions on circle material. The method used in this research is a qualitative descriptive method in the form of case study research. This research was carried out in class VIII of Santa Ursula Gunung Tamang Middle School involving 5 students as research subjects who were taken using Purposive Sampling techniques with the selected categories including one student with involvement and response in the good category, one student with involvement in the sufficient category, one student with involvement in the less category, one student with a response in the sufficient category and one student with a response in the less category. The data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research show that student involvement and response in the good category get a satisfactory score, namely a score above the KKM and can fulfill 4 indicators of problem solving in non-routine questions, student involvement and response in the adequate category get a value that is inversely proportional to where student involvement in the category enough to get a score above the KKM and can almost fulfill 4 indicators of problem solving in non-routine questions, while student responses in the sufficient category get a score below the KKM and can only fulfill several indicators of problem solving in non-routine questions, and student involvement and responses in the category get less grades which are both below the KKM and can only fulfill 2 problem solving indicators in non-routine question.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Talk-Write Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Pada Materi Bilangan Bulat Magdalena Noviana Dubau Franciska Lemba; Marhadi Saputro; Iwit Prihatin
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran (JIPP) Vol. 2 No. 3 (2023): November: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran (JIPP)
Publisher : LPD IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jipp.v2i3.6760

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada materi bilangan bulat, untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe think-talk-write (TTW) pada materi bilangan bulat, untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe think-talk-write (TTW) lebih baik dari siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada materi bilangan bulat. Populasi di dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Yakhalusti Pontianak dengan pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh dan tetap diperoleh kelas VII A dan VII B. Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Experimental Design) serta pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Talk-Write (TTW) tidak lebih baik dari pada kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Akan tetapi, dapat dilihat dari rata-rata hasil post-test menunjukkan kelas eksperimen memiliki rata-rata lebih tinggi daripada kelas kontrol. Hal tersebut dapat disebabkan karna siswa terbiasa dengan pembelajaran konvensional yang dimana siswa hanya menerima pelajaran dari guru sehingga proses keterlibatan siswa dalam menentukan materi akan dipelajari dan akan menghubungkan dengan situasi kehidupan nyata, dengan materi lain, dan dengan pelajaran yang belom optimal. Kata kunci: Model pembelajaran kooperatif tipe think-talk-write (TTW), kemampuan komunikasi matematis