Dyan Kurniasari
Rumah Sakit Indriati Solo Baru

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektifitas Intradialisis Exercise terhadap Perubahan Tekanan Darah pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Terapi Hemodialisa Fakhrudin Nasrul Sani; Dyan Kurniasari; Ady Irawan AM
Jurnal Gawat Darurat Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Gawat Darurat: Juni 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/jgd.v4i1.1472

Abstract

Tekanan darah merupakan faktor utama penyakit kardiovaskular yang mortalitasnya meningkat sampai 20 kali lipat pada pasien penyakit gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Intradialisis exercise merupakan salah satu intervensi untuk mengontrol systolic blood pressure (SBP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas intradialisis exercise terhadap perubahan tekanan darah pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi Hemodialisa. Desain penelitian ini menggunakan rancangan Quasy Eksperimental dengan rancangan pre-post with control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah 97 pasien cuci darah. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sejumlah 30 responden, dengan pembagian 15 kelompok intervensi dan 15 kelompok kontrol. Intradialisis exercise yang dilakukan setiap kali menjalankan terapi hemodialisa 2 kali seminggu, dilakukan selama 30-45 menit pada 1-2 jam setelah dilakukan pemasangan akses vaskuler dan dilakukan selama 8 minggu. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji Paired t Test. Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok kontrol didapatkan rata-rata tekanan darah sistol awal 168,93 mmHg dan diastol 106,20 mmHg, sedangkan tekanan darah akhir sistol 173,13 mmHg dan diastol 107 mmHg dengan p value 0,321 atau p > 0.05. Rata-rata tekanan darah pada kelompok perlakuan sistol sebelum dilakukan intradialisis exercise 162,20 mmHg dan diastol 104,27 mmHg, sedangkan tekanan darah setelah dilakukan intradialisis exercise sistol 153,13 mmHg dan diastol 94,33 mmHg dengan p value 0,025 atau p < 0,05. Berdasarkan hasil tersebut, intradialisis exercise efektif terhadap perubahan tekanan darah pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di Ruang Hemodialisa.
Terapi Benson dan Aromaterapi Lavender Untuk Mengurangi Kecemasan Pada Pasien Hemodialisa : Literatur Review Lina Wati Nur Azizah; Afifah Nur Fitri Widyasari; Arina Maliya; Dyan Kurniasari
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.32301

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik merupakan keadaan ginjal yang terganggu ditandai dengan abnormalitas struktur atau fungsi ginjal yang berlangsung lebih dari 3 bulan. Pasien gagal ginjal kronik membutuhkan terapi hemodialisis. Masalah yang sering dikeluhkan oleh pasien yang menjalani hemodialisis yaitu cemas. Kecemasan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis dapat diobati dengan aromaterapi inhalasi dan terapi benson. Tujuan dari penelitian ini adalah efektifitas terapi benson dan aromatgerapi lavender terhadap kecemasan pada pasien hemodialisis. Metode penelitian ini menggunakan metode literature review melalui basis pencarian data melalui search engine seperti PubMed, Google Schoolar dan Elsevier dengan kata kunci (keyword) yang digunakan yakni : "Hemodialisis" OR “Hemodialisa” AND “lavender aromatheraphy” OR “aromaterapi lavender” AND “Benson Theraphy” OR “Terapi Benson” AND “Anxiety” OR "kecemasan" dengan rentang waktu tahun 2020 – 2024. Hasil pencarian didapatkan sejumlah 9 artikel yang layak untuk dilakukan review sesuai dengan diagram alur PRISMA. Kriteria inklusi yang digunakan adalah pasien dewasa dengan usia 20-60 tahun yang mnderita CKD dan menjalani hemodialisis dengan kecemasan saat sebelum dilakukan hemodialisis, dengan menggunakan metode Quasy Experiment, case study dan Pre Post Test, nursing review dan artikel yang berbahasa inggris yang terakses secara gratis dan jurnal berbahasa indonesia. Intervensi yang dilakukan berupa terapi benson dan aromaterapi lavender yang di publikasikan dalam rentang 2020 sampai dengan 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien hemodialisa hendaknya dapat menerapkan terapi relaksasi Benson dan aromaterapi lavender secara mandiri sebagai salah satu alternatif untuk membantu memperbaiki kecemasan.