Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STIMULATION PROGRAM TO ENHANCE OPTIMAL DEVELOPMENT IN EARLY CHILDHOOD (CASE STUDY OF DEVELOPMENTAL ASSESSMENT OF 3-YEAR-OLD CHILDREN) Anik Mukti Dwi Pangestu
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2025): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v8i1.5619

Abstract

Parents have the primary responsibility for educating children, but in the new normal era, caregiving roles can be undertaken by other adults who are close to the child. The principles of child rearing are not confined to who performs them but are more focused on educational activities that stimulate child development. The importance of at least one strong relationship with a caring adult who pays attention to the child's well-being is crucial in achieving optimal development. WHO data indicates additional risks for children lacking consistent caregivers, with around 43% of children worldwide not reaching optimal development. In Indonesia, the prevalence of developmental deviations reaches 7.51%, and the goal of this program is to detect and address deviations early through a partnership between parents, the community, and healthcare professionals. Early detection involves regular and sustained analysis of the child's physical, psychological, and social aspects. In conclusion, stimulation programs have a positive impact on child development, and solutions involve continued stimulation at home, consulting with professionals, participating in stimulation groups, developing motor skills, focusing on creativity, open communication with educators, regular monitoring, and family support. This program helps children, such as FIR and AMS, overcome their developmental challenges, with positive outcomes in motor skills, focus duration, language, and social skills. Overall, these solutions support children's development towards their optimal potential.
Pelaksanaan Model Pembelajaran GELARIA (Gerak dan Lagu Ceria) di RA Al-Falah Jambusari Anik Mukti Dwi Pangestu
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jcpaud.v8i1.2174

Abstract

GELARIA (Gerak dan Lagu Ceria) dikembangkan untuk menstimulasi perkembangan motorik fisik anak usia dini melalui pembelajaran berbasis gerak dan lagu. Dalam model ini, gerakan disesuaikan dengan lirik lagu yang dirancang khusus untuk anak usia 4–6 tahun. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penerapan model GELARIA di RA Al Falah Jambusari, meliputi tahapan sebelum, selama, dan setelah pelaksanaan. Fokus penelitian mencakup performa anak selama kegiatan, hambatan yang dihadapi, serta strategi guru dalam mengatasi kendala. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek 15 anak. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan guru kelas. Sebelum pelaksanaan, guru mempelajari petunjuk penggunaan program dan melatih gerakan secara berulang. Selama kegiatan, guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar anak mampu mengikuti gerakan secara mandiri. Setelah kegiatan, guru memberikan apresiasi dan berdiskusi bersama anak untuk memperdalam pemahaman terhadap isi lagu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media audio GELARIA efektif dalam merangsang kemampuan motorik dan seni anak. Namun, beberapa hambatan ditemukan, seperti keterbatasan alat pemutar audio, kondisi ruang belajar yang kurang optimal, perbedaan minat belajar anak, penggunaan bahasa yang kurang sesuai dengan usia anak, serta durasi pembukaan lagu yang terlalu panjang. Meskipun demikian, strategi guru yang adaptif mampu menjaga efektivitas pembelajaran.Kata kunci: Anak Usia Dini, Gerak dan Lagu Ceria, Model Pembelajaran