Nanang Budianto
Universitas Al-Falah As-Sunniyah Kencong Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model-Model Pengembangan Kurikulum dan Implementasinya Dalam Pendidikan Agama Islam Halimatus Sa’diyah; Inarotul Chasanah; Nanang Budianto
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v2i1.1145

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana Perkembangan teknologi informasi mendorong perguruan tinggi untuk untuk mengelola operasionalnya lebih efektif, efisien, dan akuntabel melalui Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang terintegrasi. Namun, implementasi SIM di perguruan tinggi Indonesia masih sering menghadapi kegagalan akibat lemahnya proses perencanaan dan perancangan sistem sebelum tahap implementasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, metodologi, dan faktor-faktor kunci dalam perancanaan dan perancangan SIM pada manajemen pendidikan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustakan (library research), melalui analisis konten dan sintesis naratif terhadap berbagai literatur akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa SIM pendidikan tinggi yang komprehensif terdiri atas beberapa subsistem terintegrasi, meliputi sistem informasi akademik, keuangan, sumber daya manusia, penelitian dan pengabdian masyarakat, perpustakaan, asset, serta dashboard eksekutif. Perencanaan strategis SIM yang selaras dengan visi, misi, dan tujuan institusi (IT-Business Alignment) merupakan prasyarat penting bagi keberhasilan implementasi. Terdapat tiga pendekatan metodologi perancnagan yang umum digunakan, yaitu System Development Life Cycle (SDLC), pedekatan agile/iterative, dan Enterprise Architecture (EA), yang masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan sesuai karakteristik institusi. Selain aspek teknis, tata Kelola TI (misalnya melalui kerangka COBIT5), analisis kebutuhan yang komprehensif, serta keterlibatan pemangku kepentingan juga menjadi faktor penentu keberhasilan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implemetasi SIM tidak hanya ditentukan oleh faktor teknologi, tetapi juga oleh faktor manusia, organisasional, dan komitmen pimpinan institusi.
PERANAN, FUNGSI, DAN TAHAPAN PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI SEBAGAI TRANSFORMASI STRATEGIS MENUJU PENDIDIKAN YANG ADAPTIF M. Ilham Fikron; Nanang Budianto; Achmad Muzammil
'Ibadatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Ibadatuna Juli 2026
Publisher : P3M Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/ibadatjurnal.v5i2.2751

Abstract

This paper examines the role, functions, and stages of Islamic Religious Education (PAI) curriculum development toward adaptive education. The PAI curriculum plays conservative (preserving values), creative (innovation), and critical (social filter) roles. Strategically, the curriculum addresses digital disruption and globalization challenges through integrating religious moderation (wasathiyyah), digital literacy, and balancing tradition-modernity. Functionally, the curriculum serves as student guidance, an educators' operational baseline, and society's quality assurance. Its development cycle includes planning, design, implementation, and evaluation. This study also analyzes the transition from the 2013 Curriculum to Kurikulum Merdeka, despite facing challenges like teacher readiness and digital infrastructure gaps. A mature PAI curriculum is vital to produce an intelligent and noble generation.