Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Waktu dan Metode Fermentasi Terhadap Kandungan C, N, P, K dalam Pupuk Organik Cair dari Limbah Air Kelapa Tua, Limbah Buah-Buahan dan Molase Nada, Dionisia Hariani; Abi, Faustina De Yesu Prisila; Nadut, Anggelinus
Agroteknika Vol 8 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i1.498

Abstract

Salah satu isu krusial yang dihadapi sektor pertanian saat ini adalah meminimalisasi dampak lingkungan tanpa memengaruhi hasil pertanian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan penggunaan pupuk organik cair (POC). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu dan metode fermentasi terhadap kandungan unsur hara yaitu karbon, nitrogen, fosfor dan kalium (CNPK) dalam POC dari limbah air kelapa tua, limbah kulit buah-buahan yaitu pisang kepok, nanas dan semangka, serta molase. Metode fermentasi yang digunakan yaitu aerob dan anaerob, dengan waktu fermentasi selama 21 hari. POC yang diperoleh dari hasil fermentasi menggunakan kedua metode tersebut diamati parameter fisiknya berupa aroma dan warna, sedangkan untuk parameter kimianya akan diukur pH, kandungan C-organik, nitrogen, fosfor dan kalium. Hasil yang diperoleh dibandingkan dengan standar pupuk organik berdasarkan Indonesian Standards No. 261/KPTS/SR.310/M/4/2019. Hasil yang diperoleh menunjukkan beberapa parameter yaitu aroma, warna, kadar C-organik dan kadar nitrogen telah memenuhi standar yang berlaku, sedangkan nilai pH, kadar fosfor dan kalium belum memenuhi standar yang berlaku. Rata-rata hasil yang diperoleh memperlihatkan metode fermentasi POC secara aerob memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan metode fermentasi secara anaerob.
Pilsbryoconcha exilis: Kajian Tentang Struktur, Komponen dan Nutrisi, serta Pemanfaatannya dalam Pengolahan Pencemaran Air Birhi, Damiana Nofita; Abi, Faustina de Yesu Prisila; Laka, Antonia Fransiska
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v8i2p173-184

Abstract

Perairan Indonesia hingga saat ini masih menunjukan adanya pencemaran, walaupun pada tahun 2020 Bappenas telah mengklaim bahwa air bersih nasional akan mencapai 100% pada akhir tahun 2024. Sistem pembuangan limbah dari berbagai sektor ke aliran sungai serta kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya air bagi kesehatan menjadi tantangan terbesar dalam menghadapi persoalan ini. Upaya pemurnian air menggunakan penyaring telah banyak diteliti dan diterapkan. Salah satu penyaring alami adalah Pilsbryoconcha exilis (kerang kijing). Tujuan penulisan artikel review ini adalah mengkaji lebih dalam mengenai struktur dan morfologi kerang kijing, kandungan nutrisi, serta manfaatnya dalam mengatasi berbagai persoalan lingkungan. Kajian dilakukan dengan mengumpulkan data penelitian selama 10 tahun terakhir dari tahun 2014-2024 pada Google Scholar, Crossref, dan Elsevier. Data yang dikumpulkan sebanyak 54 artikel, yang kemudian dipilah berdasarkan kata kunci. Hasil pengolahan data mendapatkan 55 unsur dan senyawa dalam kerang kijing termasuk logam berat, dan berbeda pada setiap kerang. Hal ini dikarenakan ekosistem akan mempengaruhi pertumbuhan kerang seperti pH, suhu, kadar oksigen, hingga bakteri dan plankton yang menjadi makanan kerang. Pemanfaatan kijing sebagai bahan makanan terus mengalami peningkatan meski kijing telah diklaim mengandung logam berat yang berbahaya bagi konsumen. Penelitian terhadap teknik pengolahan kijing mendapatkan bahwa kandungan logam berat pada kijing akan menurun melalui perebusan pada suhu 100 oC. Disamping itu, pemanfaatan kijing sebagai biofilter, hidroksiapatit, antibakteri, serta antioksidan juga menunjukkan hasil yang menjanjikan. Penelitian lanjutan terhadap manfaat kerang kijing perlu terus dilakukan mengingat, kerang ini berkembang biak dengan baik di hampir seluruh wilayah perairan Indonesia, dan memiliki manfaat-manfaat yang belum dikaji secara mendalam.
Extraction of Manganese Ore from East Nusa Tenggara-Indonesia for Production of Mn(II)-Terephthalate and Mn(II)-Tartrate Coordination Polymers Abi, Faustina De Yesu Prisila; Tjahjanto, Rachmat Triandi; Prananto, Yuniar Ponco
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 10 No. 02 (2025): JGEET Vol 10 No 02 : June (2025)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jgeet.2025.10.02.21556

Abstract

Pyrolusite, a manganese ore from East Nusa Tenggara (Indonesia), was explored and utilized in the production of crystalline Mn(II) based coordination polymers materials, namely Mn(II)-terephthalate and Mn(II)-tartrate. The pyrolusite was extracted into Mn(II) sulfate by acid method in the presence of hydrogen peroxide. The Mn(II) sulfate, characterized by X-ray fluorescence (XRF), infrared spectroscopy (IR), and X-ray powder diffraction (PXRD), was then used as a precursor in the production of crystalline Mn(II) based coordination polymers materials using a solution method at room temperature. Two ligands, terephthalate and tartrate, were used separately, in which the terephthalate complex was prepared using a layered solution technique, while the tartrate complex was made using a direct mixing technique. The synthesized Mn(II) coordination polymers were then characterized by FTIR and PXRD. This study finds that the manganese ore was extracted as MnSO4 compounds with purity of 96.88% and average crystallite size of 103 nm. The MnSO4 was successfully converted into crystalline Mn(II) coordination polymers materials. Based on IR and PXRD analyses, the crystalline products were identified as Mn(II)-aqua-terephthalato and Mn(II)-aqua-tartrato hydrate complexes, in which the former complex display 3D networks and the latter complex display 2D sheets of polymeric structures.
Karakterisasi Zeolit Alam Asal Pantai Manikin, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur Faustina De Yesu Prisila Abi; Dionisia Hariani Nada; Anggelinus Nadut; Gertreda Latumakulita; Maximus M. Taek
Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Vol. 5 No. 2 (2025): Lambda
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/lambda.v5i2.1339

Abstract

Natural zeolite from Manikin (ZAM), Kupang Regency, has been successfully characterized by XRF, FTIR-ATR, powder-XRD and SEM. XRF results show that the three most abudant elements in ZAM are Si (68.1%); Fe (11.9%) and K (9.76%). Meanwhile, there is absorption at wave number 100.45 cm-1 which indicates the presence of asymmetric O-Si-O and O-Al-O. Based on the XRD diffraction pattern of the powder analyzed by the rietvield method, it shows that ZAM consists of SiO2 and mordenite-type zeolite minerals complexed with Na and Ca metals. As for morphology of ZAM, it consists of various shapes and one of them is sharp like a needle.
Pembuatan pestisida organik untuk pembasmian hama pada tanaman padi dan sayuran di Desa Rinbesihat Dafrosa Ecin; Dionisia Hariani Nada; Faustina De Yesu Prisila Abi; Rosina Krisnasari Ndoa; Andrea Vienelde Elsa Manek; Yoaklina Canterburi Dewa
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): Agustus
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i3.3468

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melalui skema Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) di Desa Rinbesihat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan teknis dan keterampilan praktis petani dalam mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pestisida kimia yang berlebihan. Sebagai solusinya, program ini memperkenalkan inovasi pembuatan produk pestisida organik yang ramah lingkungan. Metode pelaksanaan yang diterapkan meliputi beberapa tahapan sistematis, mulai dari persiapan awal, sosialisasi program, pelatihan intensif, pengaplikasian langsung di lahan, hingga evaluasi bersama masyarakat desa. Tahapan pembuatan pestisida organik ini dilakukan secara sederhana dengan memanfaatkan potensi bahan alami lokal yang melimpah dan mudah diperoleh, yaitu jahe (Zingiber officinale) dan lengkuas (Alpinia galanga). Proses pembuatan kemudian dilanjutkan dengan metode fermentasi alami guna meningkatkan efektivitas kandungan senyawa aktif dalam membasmi serangan hama tanaman. Sebanyak 10 petani terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kelompok tani tersebut kini mampu memahami serta mempraktikkan teknik pembuatan pestisida organik secara mandiri. Mereka juga mulai menyadari manfaat ekonomis dan ekologis produk ini dibandingkan pestisida kimia komersial. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan keterampilan praktis petani, kemandirian dalam pengelolaan lahan, serta mendukung penuh tercapainya upaya pertanian berkelanjutan di desa.
Sosialisasi dan pelatihan pembuatan Virgin Coconut Oil pada siswa SMAN 1 Lurasik Nusa Tenggara Timur Andrea Vienelde Elsa Manek; Rosina Krisnasari Ndoa; Dafrosa Ecin; Yoaklina Canterburi Dewa; Faustina De Yesu Prisila Abi; Dionisia Hariani Nada
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): Agustus
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i3.3442

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat berbasis penguatan potensi lokal. Program KKNT di Desa Rinbesihat, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, difokuskan pada optimalisasi pemanfaatan kelapa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, yaitu Virgin Coconut Oil (VCO). Langkah ini diambil guna mengatasi kurangnya pemanfaatan komoditas lokal secara produktif. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan teknis dan keterampilan siswa SMAN 1 Lurasik kelas XII IPA-1 dalam memproduksi VCO secara mandiri dan sederhana. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi tahapan sosialisasi interaktif mengenai teori dasar, demonstrasi proses pembuatan VCO dengan teknik fermentasi alami menggunakan bahan dan alat rumah tangga sederhana, serta evaluasi komprehensif melalui diskusi reflektif dan pengisian kuesioner. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif untuk mengukur peningkatan aspek pemahaman dan keterampilan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan teoretis (dari 20% menjadi 85%), pemahaman manfaat kesehatan (30% menjadi 90%), dan kemampuan praktik langsung (20% menjadi 80%). Seluruh siswa (100%) menyatakan kegiatan ini mudah dipahami, bermanfaat, dan berhasil menumbuhkan minat wirausaha baru berbasis potensi daerah. Dengan demikian, kegiatan KKNT ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi sains praktis dan jiwa kewirausahaan siswa.
PRELIMINARY PHYTOCHEMICAL ANALYSIS OF THE METHANOL EXTRACT OF RHODODENDRON RENSCHIANUM FLOWERS, ENDEMIC TO KELIMUTU NATIONAL PARK, INDONESIA, USING UV–VIS SPECTROPHOTOMETRY Damiana Nofita Birhi; Faustina De Yesu Prisila Abi; Antonia Fransiska Laka; Ni Putu Vidya Primarista
Walisongo Journal of Chemistry Vol. 9 No. 1 (2026): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wjc.v9i1.32005

Abstract

Rhododendron renschianum is an endemic Indonesian species characterized by bell-shaped flowers with bright red petals and a yellowish base. This study aimed to document the presence of and quantify major phytochemical groups in the methanolic extract of R. renschianum flowers. Phytochemical screening yielded positive results for triterpenoids, tannins, flavonoids, alkaloids, and quinones. However, quantitative analysis using UV–Vis spectrophotometry indicated an apparent triterpenoid content of 2685.48 ± 123.49 mg UA/g, highlighting a limitation of UV–Vis analysis for investigating reactive compounds such as triterpenoids. The remaining compounds, in ascending order of content, were flavonoids, alkaloids, tannins, and quinones, with values of 5.98 ± 0.70 mg QE/g, 90.09 ± 67.09 mg CAF/g, 109.24 ± 1.44 mg TA/g, and 130.93 ± 30.19 mg HQ/g, respectively. These findings add to the baseline data for the initial investigation of the secondary metabolite content of this endemic species and provide a preliminary basis for further pharmacological research.