Susi Wulandari
Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TRADISI LOSA DALAM ADAT PERKAWINAN ORANG LAKUDO DI KELURAHAN LAKUDO KECAMATAN LAKUDO KABUPATEN BUTON TENGAH Susi Wulandari
LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya Vol 4 No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari-Juni 2021
Publisher : Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Univeritas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/lisani.v4i1.1200

Abstract

Tradisi Losa merupakan tradisi yang dilaksanakan oleh orang lakudo di kelurahan lakudo yang dilakukan sebelum menuju perkawinan. Tradisi losa merupakan bentuk pertanggungjawaban seorang laki-laki kepada perempuan yang akan dilamarnya. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Lakudo Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah dengan tujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan tradisi losa dan makna yang terkandung dalam tradisi losa di Kelurahan Lakudo Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif.Data dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik observasi, dan wawancara mendalam yang didukung dengan dokumentasi dan perekaman suara dan video. Informan ditentukan secara pusposive sumpling. Informan dalam tradisi ini adalah Tokoh adat dan masyarakat yang pernah melakukan tradisi losa.Teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri dari 3 tahap yaitu reduksi data, display data dan mernarik kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses pelaksanaan tradisi losa terdiri beberapa tahaap pelaksanaan yaitu tahap persiapan diantaraanya, pesolopi (kunjungan pertama), kafeena (bertanya), kacindano polangku (pengikat resmi). Tahap pelaksanaan yaitu pembawaan seserahan losa dan pembicaraan waktu pelaksanaan perkawinan. Tahap akhir yaitu seserahan dan makanan tradisional didoakan, dibagi-bagikan kepada keluarga atau yang hadir pada acara losa, kemudia makan bersama. Adapun makna dari tradisi losa yaitu penyelesaian adat serta pembawaan buah-buahan dan makanan tradisional.