rasni rasni
Jurusan Tradisi Lisa, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RITUAL PONTONGOHA TOWUNI PADA BAYI DI DESA ROMBO KECMATAN KULISUSU KABUPATEN BUTON UTARA rasni rasni
LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya Vol 4 No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari-Juni 2021
Publisher : Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Univeritas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/lisani.v4i1.1254

Abstract

Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah, (1) Untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan ritual Pontongoha towuni pada bayi di Desa Rombo Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara, (2) Untuk mengetahui makna yang terkandung dalam ritual pontongoha towuni pada bayi di Desa Rombo Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara. Lokasi Desa Rombo Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan secara langsung, wawancara terhadap informan dan dokumentasi. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis deskritif kualitatif dengan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) proses pelaksanaan ritual pontongoha towuni pada bayi “dulu jika dilaksanakan pontongoha towuni kecuali anak sudah berumur dua hari dan kemudian ari-ari bayi sudah di cuci sudah bersih lalu di simpan di dalam kelapa tua. Dengan perkembangan zaman sekarang ari-ari bayi tidak disimpan lagi didalam kelapa lagi tetapi disimpan dalam toples kaca kemudian dikubur akan tetapi tidak mengurangi makna yang terkandung dalam ritual pontongoha towuni. Tahap persiapan, alat dan bahan yang digunakan: linggis, parang, beras satu mangkok, telur mentah satu butir, uang sukarela, zakat, gelas, piring, sendok, talang, tudung saji. Sedangkan makanan yang disiapkan antara lain: pisang, lapa-lapa, cucur, pisang goreng, lauk pauk, dan makan ringan. Tahap pelaksanaan ritual pontongoha towuni bayi dipangku oleh keluarga bayi yang masih lengkap orang tuanya yaitu ibu dan ayah. Imam mengazankan bayi atau iqama. (2) Makna yang terkandung dalam ritual pontongoha towuni adalah makna religi, makna kesehatan, makna pada bahan yang digunakan, dan makna sosial.