Wa Ode Ferdayandi
Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EKSISTENSI TRADISI PEKANDE-KANDEA PADA MASYARAKAT TOLANDONA KECAMATAN SANGIA WAMBULU KABUPATEN BUTON TENGAH Wa Ode Ferdayandi
LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya Vol 4 No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari-Juni 2021
Publisher : Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Univeritas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/lisani.v4i1.1258

Abstract

Penelitian ini dilakukan di dua tempat yakni Desa Tolandona Matanaeo dan Kelurahan Tolandona. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan tradisi Pekande-kandea pada masyarakat Tolandona Kecamatan Sangia Wambulu Kabupaten Tengah, (2) Untuk menjelaskan pola pewarisan tradisi Pekande-kandea oleh masyarakat Tolandona Kecamatan Sangia Wambulu Kabupaten Buton Tengah, (3) untuk menjelaskan fungsi dan implikasi tradisi Pekande-kandea pada masyarakat Tolandona Kecamatan Sangia Wambulu Kabupaten Buton Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu (1) observasi yaitu peneliti melihat secara langsung proses pelaksanaan tradisi Pekande-kandea untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan untuk melanjutkan penelitian, (2) Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi yang tepat mengenai proses, pola pewarisan serta implikasi tradisi Pekande-kandea pada masyarakat Tolandona Kecamatan Sangia Wambulu Kabupaten Buton Tengah, (3) dokumentasi sebagai bukti untuk memperkuat hasil penelitian. Tehnik penentuan informan dilakukan secara snowball sampling. Tehnik analisis terdiri dari tiga tahap yaitu reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah (1) proses pelaksanaan Pekande-kandea memiliki beberapa tahap yaitu (a) tahap persiapan (persiapan alat dan bahan), (b) tahap pelaksanaan dan (c) tahap akhir. (2) Pola pewarisan tradisi Pekande-kandea dilakukan secara langsung oleh masyarakat itu sendiri secara turun temurun. (3) Implikasinya dalam kehidupan masyarakat Tolandona yakni dampak positif dan negatif yang yaitu (a) dampak sosial, (b) dampak ekonomi, dan (c) dampaknya sebagai hiburan.