Fadil Abdillah Arifin
Departemen Ilmu Konservasi Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Muslim Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Karies Gigi untuk Meningkatkan Keimanan di Villa Hartaco Indah Makassar Muhammad Jayadi Abdi; Fadil Abdillah Arifin; Besse Mawaddah; Indah Rahmawati Ilham; Ummul Kalsum; Amdhan Syarief
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 1 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67376/jpmkg.v1i2.26

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO), Federation Dentaire Internationale (FDI) dan International Association for Dental Research (IADR) menjelaskan bahwa peningkatan kehilangan gigi khususnya di Indonesia sangatlah meningkat salah satu etiologinya adalah terjadinya karies gigi. Hal tersebut karena kurangnya tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan gigi serta mulut sangtlah penting karena merupakan salah satu cerminan dalam islam. Kesadaran masyarakat dapat dilihat dari hasil kunjungan masyarakat di Puskesmas, RS, dan klinik gigi yang sangat kurang dan tingkat pengetahuan sangatlah kurang, dan tingkat pengendalian karies gigi dapat diukur dari kebiasaan menyikat serta membersihkan rongga mulut dengan benar. Hasil screaning pemeriksaan gigi menunjukkan bahwa masyarakat sangat membutuhkan edukasi dan tindakan lanjut pada kesehatan gigi serta mulut. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah menggunakan kuisioner untuk melihat pengetahuan masyarakat sebelum dan setelah pemberian edukasi mengenai karies gigi secara tradisi islam dan modern serta pemeriksaan gigi untuk melihat tingkat karies pada masyarakat. Hasil pengbdian ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan gigi serta mulut yang dilihat dari hasil pre-test sebesar 85,595% dan hasil post-test sebesar 90.595%, ini menunujukkan bahwa adanya perbedaan signifikan wawasan responden sebelum perlakuan dan setelah perlakuan diberikan, dan hasil sceraning menunjukkan bahwa tingkat karies gigi diwilayah tersebut tergolong tinggi.
Pemberdayaan Kader Desa Tellumpoccoe dalam Mendukung Program Pemerintah Indonesia Bebas Karies 2030 Fadil Abdillah Arifin; Sitti Nurana; A. Ulfah Tenripada Syahar
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.509

Abstract

Kelompok kader merupakan anggota masyarakat yang ikut berperan dalam pembangunan desa dalam berbagai aspek, termasuk kesehatan gigi dan mulut. Desa Tellumpoccoe memiliki kelompok kader aktif yang berjumlah 25 orang namun belum pernah mendapatkan penyuluhan/pelatihan mengenai kesehatan gigi. Hal ini selaras dengan tingginya kunjungan poli gigi Puskesmas Marusu, masyarakat yang datang memiliki keluhan gigi berlubang yang perlu perawatan penambalan ataupun pencabutan. Sehingga dapat dikatakan status kesehatan gigi dan mulut masyarakat Desa Tellumpoccoe cukup rendah. Untuk mengatasi hal ini tim pengabdian kepada masyarakat ingin memberdayakan kelompok kader untuk kemudian dibekali dengan berbagai edukasi mengenai metode pencegahan gigi berlubang serta hubungannya dengan kualitas hidup penderita, dalam rangka mendukung program pemerintah Indonesia Bebas Karies 2030. Selain itu, kelompok kader juga akan diperkenalkan dengan inovasi teknologi augmented reality yang akan digunakan sebagai media penyuluhan. Kelompok kader juga akan dibekali dengan keterampilan dan manajemen penyuluhan yang baik, sehingga nantinya kelompok kader dapat menyelenggarakan kegiatan penyuluhan secara mandiri, konsisten, dan berkelanjutan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pada aspek sosial kemasyarakatan dan aspek manajemen. Terjadi peningkatan pengetahuan kelompok kader sebagai mitra mengenai kesehatan gigi dan mulut serta peningkatan kemampuan mitra dalam menyelenggarakan kegiatan penyuluhan secara mandiri.