Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Bot Telegram untuk Deteksi Situs Perjudian Online di Dunia Pendidikan dan Sektor Pemerintah Budi wibowo; Annisa Fathl Jannah; Luqman Hafiz
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sultan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2025): Abdisultan
Publisher : Sultan Publsiher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58291/abdisultan.v2i1.316

Abstract

Maraknya perjudian online telah menjadi ancaman yang signifikan terhadap keamanan digital, terutama untuk situs web pemerintah dan institusi pendidikan. Situs-situs ini, yang sering menjadi sasaran penjahat siber untuk menampung konten terkait perjudian, membuat pengguna terpapar pada berbagai risiko online. Penelitian ini menyajikan pengembangan bot Telegram yang bertujuan untuk mendeteksi situs perjudian online di situs web pemerintah dan institusi pendidikan. Bot ini menggunakan teknik dorking untuk mencari pola spesifik yang mengindikasikan konten perjudian online, memberikan peringatan waktu nyata kepada pengguna ketika situs tersebut teridentifikasi. Tujuan utama dari aplikasi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya perjudian online dan mempromosikan literasi keamanan siber, terutama di kalangan pelajar dan pengguna muda. Dengan mengirimkan notifikasi langsung ke Telegram, bot memastikan bahwa pengguna menerima pembaruan langsung tentang potensi ancaman, mendorong pendekatan proaktif terhadap keamanan online. Penelitian ini menyoroti pentingnya penggunaan teknologi untuk menjembatani kesenjangan dalam literasi digital dan menumbuhkan budaya kesadaran keamanan siber, terutama di lingkungan pendidikan. Temuan ini menunjukkan bahwa perangkat semacam itu dapat memainkan peran penting dalam mengedukasi pengguna dan melindungi mereka dari praktik-praktik online yang berbahaya, yang pada akhirnya berkontribusi pada pengembangan lingkungan internet yang lebih aman.
Unveiling the Cybercrime Ecosystem: Impact of Ransomware-as-a-Service (RaaS) in Indonesia Budi wibowo; Luqman Hafiz; Taufik Hidayat
International Journal of Science Education and Cultural Studies Vol. 4 No. 1 (2025): IJSECS
Publisher : Sultan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58291/ijsecs.v4i1.320

Abstract

This study explores the rise of Ransomware-as-a-Service (RaaS) in Indonesia’s cybercrime ecosystem, highlighting its role as a significant digital security threat. RaaS lowers the technical barriers to executing ransomware attacks, enabling individuals with minimal expertise to launch sophisticated cyberattacks. Analyzing data from 2020 to 2024, this study identified Indonesia as a hotspot for RaaS-driven cybercrime in Southeast Asia due to low cybersecurity awareness and weak regulatory frameworks. Key findings reveal that government administration, healthcare, and finance are the most frequently targeted sectors due to their sensitive data and inadequate defense capabilities. Ransomware variants such as Luna Moth and WannaCry, dominate the malware landscape by employing tactics like phishing and exploiting outdated systems. These attacks result in severe socioeconomic consequences, including financial losses, operational disruptions, and reputational damage. This study contributes to our understanding of RaaS by examining its operational, economic, and regulatory dimensions in the Indonesian context. This underscores the urgent need for strengthened cybersecurity policies, public-private sector collaboration, and international cooperation to address transnational cybercrime. By providing actionable insights into attack patterns and mitigation strategies, this study aims to guide efforts to combat ransomware threats and enhance Indonesia’s digital resilience.