Siti Auliza Fatma Nasution
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konstruksi Makna Economic Trust Dalam Komunikasi Purbaya Yudhi Sadewa Pada Gen Z Di Tiktok Siti Auliza Fatma Nasution; Fakhrur Rozi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i3.2026.1606-1614

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konstruksi makna kepercayaan ekonomi generasi Z terhadap konten ekonomi yang disampaikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa di TikTok. Media sosial semakin populer sebagai sumber informasi ekonomi, yang mempengaruhi pemahaman dan kepercayaan audiens. Penelitian ini menyelidiki bagaimana orang berinteraksi dengan konten digital dan membentuk makna kepercayaan. Ini melakukannya dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang berbasis pada teori realitas sosial. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lima informan Gen Z yang aktif mengikuti TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan ekonomi dapat dibangun melalui penggunaan data yang transparan, kredibilitas komunikator, dan gaya komunikasi yang sederhana dan relevan. Tapi kepercayaan ini tidak tetap dan berubah-ubah karena dipengaruhi oleh hal-hal dari luar, seperti algoritma TikTok (FYP), pendapat publik dalam kolom komentar, dan kemampuan digital individu untuk membaca. Selain itu, format video pendek dianggap efektif untuk menyampaikan informasi secara cepat dan mudah dipahami, tetapi mereka juga dapat menyederhanakan masalah ekonomi yang rumit. Akibatnya, audiens cenderung memeriksa informasi tambahan dari sumber lain sebelum mendapatkan informasi yang lengkap. Menurut penelitian ini, makna kepercayaan ekonomi Gen Z dibentuk oleh interaksi antara konten, konteks platform, dan interpretasi individu. TikTok berfungsi sebagai media awal untuk meningkatkan kesadaran ekonomi, tetapi tidak sepenuhnya membangun kepercayaan