Mansyur Ramly
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muslim Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Berbasis Digital Pada Pondok Pesantren Modern Darul Mahfudz Lekopadis Polewali Mandar Andi Nurfadilah Yusra; Mansyur Ramly; St. Sukmawati Samad
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 2 (2026): February - April
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) berbasis digital di Pondok Pesantren Modern Darul Mahfudz Lekopadis Polewali Mandar dalam menghadapi tuntutan era Society 5.0. Fokus penelitian meliputi strategi pengembangan kemampuan digital SDM, peran digital leadership pimpinan pesantren, serta faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan ditentukan secara purposive yang terdiri dari pimpinan pesantren, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan SDM berbasis digital masih berada pada tahap transisi dan belum dilakukan secara sistematis. Pengembangan kompetensi digital lebih banyak bersifat informal melalui pembelajaran mandiri, sehingga menimbulkan kesenjangan kemampuan antar individu. Peran digital leadership pimpinan terbukti mampu mendorong adaptasi teknologi melalui sikap terbuka dan keteladanan, namun belum berfungsi sebagai penggerak strategis dalam membangun sistem pengembangan SDM digital yang terintegrasi. Selain itu, ketersediaan infrastruktur dan dukungan pimpinan menjadi faktor pendukung utama, sedangkan keterbatasan literasi digital, resistensi terhadap perubahan, dan belum adanya pelatihan terstruktur menjadi hambatan utama. Temuan ini menegaskan bahwa transformasi digital SDM di pesantren tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan SDM, kepemimpinan, dan integrasi sistem organisasi secara menyeluruh.