Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Pemanfaatan PJUT sebagai Penerangan Jalan di Wilayah RW.04 Desa Neglasari Kecamatan Majalaya: Penerangan jalan umum tenaga surya RW 04 Desa Neglasari Majalaya Sopha Hafitriani; Sinan Azfa Dwi Legianto; Aska Choirunisa; Rina Ayuni; Muhammad Sobari; Elda Oktaviani
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v3i2.990

Abstract

Desa Neglasari merupakan desa sebagian besar wilayahnya persawahan dan perkebunan. Pencahayaan yang kurang menjadi salah satu kendala utama masyarakat dalam beraktivitas. Kondisi ini dapat mengakibatkan risiko keselamatan bagi masyarakat dan menghambat aktivitas masyarakat di malam hari. Dari hal tersebut dapat diimplementasi penerangan jalan tenaga surya sebagai solusi untuk mengatasi masalah di desa yang minim pencahayaan. Tujuan dari pemasangan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUT) untuk memberikan penerangan jalan di wilayah kurang pencahayaan. Kurangnya fasilitas penerangan jalan di Kampung Cibeunying Desa Neglasari, sehingga aktivitas masyarakat menurun pada saat malam hari. Kegiatan ini dilakukan di wilayah RW.04 Desa Neglasari Kecamatan Majalaya dengan menggunakan lampu panel surya (solar cell) dan tiang lampu berbahan dasar besi. Kegiatan dilakukan dengan survei terlebih dahulu, untuk ketepatan pemasangan sistem solar cell di wilayah yang baik terkena sinar matahari dan pengenalan kepada pihak wilayah mengenai sistem kerja lampu solar cell. Dari hasil kegiatan ini pemasangan lampu berhasil dilakukan pemasangan pada 3 titik di kampung Cibeunying Desa Neglasari Majalaya ini. Dari pemasangan PJUT ini, hal yang terpenting yang didapatkan masyarakat mengenai bagaimana pemanfaatan energi secara efisien. Dengan adanya pemasangan penerangan jalan ini masyarakat sangat terbantu dalam beraktivitas di malam hari dengan mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas dan tindakan kriminal.
Pemanfaatan Pemanfaatan PJUT sebagai Penerangan Jalan di Wilayah RW.04 Desa Neglasari Kecamatan Majalaya: Penerangan jalan umum tenaga surya RW 04 Desa Neglasari Majalaya Sopha Hafitriani; Sinan Azfa Dwi Legianto; Aska Choirunisa; Rina Ayuni; Muhammad Sobari; Elda Oktaviani
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v3i2.990

Abstract

Desa Neglasari merupakan desa sebagian besar wilayahnya persawahan dan perkebunan. Pencahayaan yang kurang menjadi salah satu kendala utama masyarakat dalam beraktivitas. Kondisi ini dapat mengakibatkan risiko keselamatan bagi masyarakat dan menghambat aktivitas masyarakat di malam hari. Dari hal tersebut dapat diimplementasi penerangan jalan tenaga surya sebagai solusi untuk mengatasi masalah di desa yang minim pencahayaan. Tujuan dari pemasangan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUT) untuk memberikan penerangan jalan di wilayah kurang pencahayaan. Kurangnya fasilitas penerangan jalan di Kampung Cibeunying Desa Neglasari, sehingga aktivitas masyarakat menurun pada saat malam hari. Kegiatan ini dilakukan di wilayah RW.04 Desa Neglasari Kecamatan Majalaya dengan menggunakan lampu panel surya (solar cell) dan tiang lampu berbahan dasar besi. Kegiatan dilakukan dengan survei terlebih dahulu, untuk ketepatan pemasangan sistem solar cell di wilayah yang baik terkena sinar matahari dan pengenalan kepada pihak wilayah mengenai sistem kerja lampu solar cell. Dari hasil kegiatan ini pemasangan lampu berhasil dilakukan pemasangan pada 3 titik di kampung Cibeunying Desa Neglasari Majalaya ini. Dari pemasangan PJUT ini, hal yang terpenting yang didapatkan masyarakat mengenai bagaimana pemanfaatan energi secara efisien. Dengan adanya pemasangan penerangan jalan ini masyarakat sangat terbantu dalam beraktivitas di malam hari dengan mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas dan tindakan kriminal.
Transformasi Sosial: Pengabdian Masyarakat dalam Sosialisasi UU Batas Usia Perkawinan di Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung Sopha Hafitriani; Azhar Muhammad Akbar; Yudi Daryadi; Abid Naufal Habibburokhman; Neng Siti Fatimah; Imay Nurrohmah; Imam Amin Tohirin
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 3 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v3i2.4179

Abstract

Early marriage is a significant social problem in Indonesia, including in Cilengkrang District, Bandung Regency. In an effort to address this problem, the Indonesian government issued Law Number 16 of 2019 which sets the minimum age of marriage to 19 years for both men and women. Community service in socializing this law in Cilengkrang Sub-district aims to increase community understanding and compliance with the regulation. The program involves various educational activities, such as counseling, group discussions, and training for community leaders and educators. The methods used include direct approaches through village meetings and indirect methods through social and print media. The results showed that the involvement of community leaders and religious leaders was very effective in conveying messages and reducing resistance to legal change. The main challenges faced were changing entrenched mindsets and problems accessing information in remote areas. Recommendations to improve the effectiveness of this program include increasing the involvement of community leaders, optimizing the use of media, continuous training, inter-agency cooperation, periodic evaluation, and a culturally sensitive approach. With the implementation of these recommendations, it is expected that the socialization of the marriage age limit law in Cilengkrang Sub-district can be more effective, reduce the number of early marriages, and create an environment that supports the optimal development of children and improves the overall welfare of the community.