Latar Belakang : Balita yang berstatus gizi buruk akan menyebabkan gangguan pada proses pertumbuhan, struktur dan fungsi otak, imunitas serta kualitas kesehatan secara keseluruhan, sehingga akan menciptakan generasi yang lemah secara fisik dan mental.Tujuan penelitian : Mengetahui perbedaan status gizi antara balita gizi buruk penerima PMT pemulihan dengan balita gizi buruk penerima PMT penyuluhan di Kabupaten Jepara.Metode : Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi sebanyak 90 balita terdiri dari 45 sampel dari Kecamatan Kembang dan 45 sampel dari Kecamatan Bangsri. Analisis data dengan SPSS 16 , Uji Repeted Measure Anova digunakan untuk mengetahui perbedaan status gizi   sampel setelah satu bulan, dua bulan, tiga bulan pemberian PMT baik kelompok sampel penerima PMT Pemulihan maupun kelompok sampel penerima PMT Penyuluhan, dan uji Independent t â test untuk mengetahui   perbedaan status    gizi antara kelompok sampel penerima PMT pemulihan dengan kelompok sampel penerima PMT penyuluhan setelah satu bulan, setelah dua bulan, dan setelah tiga bulan.Hasil : Secara statistik terdapat perbedaan status gizi balita pada kelompok sampel penerima PMT Pemulihan sebelum dan sesudah menerima PMT dengan p value = 0.000. Pada kelompok sampel penerima PMT Penyuluhan tidak ada perbedaan bermakna p value = 0.103. Dari uji statistik diperoleh hasil bahwa tidak bermakna perbedaan status gizi antara balita gizi buruk kelompok penerima PMT Pemulihan dengan balita gizi buruk kelompok penerima PMT Penyuluhan setelah 1 bulan dengan p value = 0. 706 ( p value> 0.05 ), setelah 2 bulan tidak ada perbedaan bermakna dengan p value = 0.063, setelah 3 bulan terdapat perbedaan bermakna status gizi antara kelompok sampel penerima PMT Pemulihan dengan kelompok sampel penerima PMT Penyuluhan dengan p value = 0.019.Kesimpulan : Perbedaan status gizi antara balita gizi buruk penerima PMT pemulihan dengan penerima PMT penyuluhan bermakna secara statistik setelah tiga bulan. Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi PMT pemulihan perlu disertai dengan program pendampingan PMT agar paket PMT yang diberikan tepat sasaran.Â