p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal J-CEKI
Ernawati Ernawati
Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : J-CEKI

Implementasi Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan oleh Instansi Kesehatan Terhadap Pelayanan Pengguna BPJS dan Non BPJS di Puskesmas Rensing Kecamatan Sakra Barat Lombok Timur Ernawati Ernawati; Hendra Adi Saputra; Yesiratul Aini
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4798

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan terkait pengimplementasian Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan terhadap pelayanan penggunna BPJS Kesehatan maupun non BPJS, karena pengguna BPJS Kesehatan maupun non BPJS terlindungi secara hukum namun dalam penerapannya masih sangat kurang sehingga timbul konflik antara pihak baik pihak pengguna BPJS dan non BPJS maupun pihak instansi kesehatan. Penelitian ini  ditujukan untuk mengetahui proses Implementasi Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Oleh Instansi Kesehatan Terhadap Pengguna BPJS dan Non BPJS (Studi Kasus  di Puskesmas Rensing Kecamatan Sakra Barat Lombok Timur ). Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris, yang bersifat deskriptif, yang data nya bersumber dari data lapangan (primer) dan data kepustakaan (sekunder), dengan analisis kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini dapat  di simpulkan bahwa Implementasi Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Oleh Instansi Kesehatan Terhadap Pelayanan Pengguna BPJS dan Non BPJS  di Puskesmas Rensing Kecamatan Sakra Barat Lombok Timur masih belum terlaksana sesuai dengan ketetapan Perundang-Undangan Nomor 36 Tahun 2009.  diantara hal tersebut adalah jadwal menunggu pasien berobat yang terbilang cukup lama, pelayanan kesehatan yang kurang baik sehingga menimbulkan konflik antara pasien dan pihak puskesmas serta adanya faktor yang memengaruhi, yaitu aksesibilitas yang lebih mudah sebagai faktor pendukung dan fasilitas yang kurang lengkap sebagai faktor penghambat yang  disebabkan oleh ketidak seimbangan banyaknya pasien yang berkunjung dengan adanya fasilitas yang terse dia  di Puskesmas Rensing Kecamatan Sakra Barat Lombok Timur.
Analisis Yurudis Penerapan Pasal 49 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Tentang Pembelaan Terpaksa Yang Menyebabkan Kematian Ahmad Bardi; Eernawati Eernawati; Bq. Aula Permata Mulia
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.7091

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif. Penelitian ini memiliki rumusan masalah yaitu 1) bagaimana pengaturan mengenai pembelaan paksa menurut pasal 49 KUHP? 2) bagaimana penerapan Pasal 49 KUHP dalam perkara pidana? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan mengenai pembelaan korban paksa menurut Pasal 49 KUHP dan penerapan Pasal 49 KUHP dalam perkara pidana. Penulisan hukum ini menggunakan pendekatan perundang-undangan. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pasal 49 KUHP mengatur perbuatan “pembelaan darurat” atau “pembelaan terpaksa” (noodweer) bagi diri sendiri maupun bagi orang lain, dengan memenuhi syarat-syarat yaitu penyerangan yang melawan hukum dan seketika, yang mana pembelaan tersebut sifatnya memaksa dan penyerangan tersebut ditujukan langsung kepada badan, kehormatan, kesusilaan serta benda milik diri sendiri maupun orang lain. Menerapkan Pasal 49 KUHP dalam perkara tindak pidana, hakim tidak dapat menjatuhkan sanksi kepada pelaku tindak pidana yang memenuhi syarat Pasal 49 KUHP atau tindakan yang dilakukan merupakan tindakan pembelaan diri yang memaksa yang mengakibatkan terjadinya tindak pidana yang menimbulkan alasan hapusnya pidana.