Galuh Setianingrum
Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Peran Unit Apron Movement Control (AMC) Dalam Menangani Foreign Object Debris (FOD) Guna Menjamin Keselamatan Penerbangan di Bandara Internasional Adi Soemarmo Surakarta Galuh Setianingrum; Rosiana Ulfa
Journal of Management Education Social Sciences InformationĀ andĀ Religion Vol 1, No 2 (2024): September 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v1i2.3123

Abstract

Apron Movement Control (AMC) merupakan personel bandar udara yang memiliki lisensi untuk melaksanakan pengawasan terhadap ketertiban, keselamatan pergerakan lalu lintas di apron, penentuan parkir pesawat udara dan pengawasan kebersihan sisi udara serta pencatatan data penerbangan yang bertujuan untuk menciptakan penerbangan yang aman dan selamat dari adanya gangguan Foreign Object Debris (FOD). Penanganan FOD merupakan hal yang penting untuk diperhatikan dan segera ditindak lanjuti, karena berdampak terhadap keselamatan penerbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran unit AMC dalam menangani FOD diwilayah airside serta untuk mengetahui kendala apa saja yang dialami oleh petugas dalam menangani FOD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, sumber data pada penelitian ini menggunakan data sekunder dan data primer dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi, observasi dengan 4 narasumber petugas AMC di Bandara Internasional Adi Soemarmo Surakarta, yaitu kepada Airlines Service Supervisor, Cargo Service Supervisor, serta petugas AMC. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, Penyajian data, Kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran unit AMC dalam menangani FOD sudah cukup baik dengan dilakukannya inspeksi 2 kali dalam sehari dan melakukan tindakan langsung sesuai dengan aturan yang berlaku dalam menangani FOD, kemudian dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala yang dialami petugas dalam menangani adanya FOD yaitu dari segi keterbatasan maupun kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM), kurangnya alat serta sarana saat melakukan proses pembersihan Foreign Object Debris (FOD) serta kurangnya kesadaran petugas dan penumpang terkait pentingnya kebersihan diwilayah airside.