Fenomena childfree atau keputusan untuk tidak memiliki anak semakin populer di kalangan Generasi Z, yang hidup di era digital dan globalisasi. Keputusan ini didasari oleh berbagai alasan, termasuk kekhawatiran tentang overpopulasi, dampak lingkungan, kondisi ekonomi, serta kesehatan mental dan kesejahteraan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis konsep kewajiban keturunan dalam Islam serta mengevaluasi fenomena childfree di kalangan Gen Z dari perspektif mashlahah mursalah. Tujuan utamanya adalah untuk memahami bagaimana prinsip-prinsip syariat dapat diterapkan dalam konteks modern dan bagaimana keputusan untuk tidak memiliki anak dapat diintegrasikan dengan nilai-nilai Islam yang menekankan kemaslahatan dan kesejahteraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengandalkan data sekunder yang diperoleh dari berbagai literatur, termasuk buku, artikel jurnal, dan dokumen-dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan untuk tidak memiliki anak dapat dipahami dan dievaluasi melalui prinsip mashlahah mursalah, dengan mempertimbangkan kesejahteraan individu dan masyarakat. Dalam situasi di mana keputusan untuk tidak memiliki anak didasari oleh alasan yang sah, seperti kesehatan mental, kondisi ekonomi, atau kekhawatiran lingkungan, hal ini dapat dianggap sebagai pilihan yang valid dan membawa kemaslahatan yang lebih besar. Prinsip mashlahah mursalah memberikan kerangka kerja yang fleksibel untuk menilai keputusan ini, memastikan bahwa setiap tindakan yang diambil sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan, kemaslahatan, dan rahmat dalam Islam.