Desa Baumata Timur merupakan wilayah pertanian lahan kering dengan potensi agroforestri yang belum dimanfaatkan optimal. Minimnya pengetahuan teknis budidaya porang serta sistem pemeliharaan babi yang masih tradisional menyebabkan rendahnya diversifikasi pangan dan produktivitas ternak. Integrasi agroforestri porang dengan peternakan babi berbasis probiotik menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan masyarakat. Metode kegiatan dilaksanakan melalui tahapan pre-test, penyuluhan budidaya porang dan manajemen ternak berbasis probiotik, pemberian sarana produksi, pelatihan pembuatan pakan konsentrat, bimbingan teknis penanaman porang, serta post-test untuk menilai efektivitas program. Hasil dan Pembahasan Pre-test menunjukkan pengetahuan awal peserta masih rendah terkait teknik budidaya porang, penggunaan PGPR, dan manfaat probiotik ternak. Setelah mengikuti rangkaian pelatihan dan praktik lapangan, terjadi peningkatan signifikan pada keterampilan dan pemahaman peserta, tercermin dari kenaikan nilai rata-rata dari 70,0 menjadi 88,8. Peserta mampu menerapkan teknik penanaman, formulasi pakan, serta manajemen probiotik secara mandiri. Sarana produksi yang diberikan memperkuat motivasi dan keberhasilan implementasi di lapangan. Kesimpulan: Program integrasi agroforestri porang dan peternakan babi berbasis probiotik efektif meningkatkan kapasitas kelompok tani, mendorong diversifikasi pangan, serta memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi rumah tangga. Pendampingan lanjutan diperlukan untuk memastikan keberlanjutan program