Bambang Kun Cahyono
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaan Citra LiDAR untuk Penyiapan Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur Miftahul Huda; Bambang Kun Cahyono
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia belum mampu untuk memenuhi kebutuhan garam domestik. Kebutuhan garam untukkeperluan garam konsumsi telah dapat dipenuhi, namun untuk garam industri masih belumdapat dipenuhi dari produksi garam nasional. Program Kawasan Sentra Industri GaramNasional (K-SIGN) hadir untuk memenuhi gap kebutuhan tersebut melalui upayaekstensifikasi lahan garam. Selama beberapa dekade luas lahan garam stagnan bahkancenderung untuk turun dikarenakan alih fungsi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk (1)memanfaatkan teknologi penginderaan jauh untuk memetakan lahan tambak garam (2) melihataspek kesesuaian lahan tambak garam untuk dimanfaatkan sebagai program ekstensifikasilahan tambak garam. Teknologi yang digunakan adalah pemetaan penutupan lahan denganmenggunakan foto udara dan pemetaan topografi permukaan dengan menggunakan citraLiDAR. Wahana Pemotretan Udara menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) denganSkala 1:1000. Hasil kajian menunjukkan bahwa salah satu aspek kesesuaian lahan yangmenjadi prasyarat kesesuaian lahan adalah kemiringan lereng, diperlukan kemiriangan antara0-2% untuk dapat dimanfaatkan sebagai lahan tambak garam. Pemetaan dibagi menjadi 7 Blok.Data Digital Surface Model (DSM) diperoleh dengan memanfaatkan seluruh point cloud hasilakuisisi LiDAR, tanpa melalui proses penyaringan lebih lanjut, sehingga mampumerepresentasikan kondisi permukaan aktual termasuk vegetasi, bangunan, dan objek laindi atas tanah. Resolusi DSM yang dihasilkan adalah 0,25 meter, yang memberikan detailcukup tinggi untuk kebutuhan analisis topografi maupun pemetaan pada skala 1:1000. DataDigital Terrain Model (DTM) memanfaatkan point cloud hasil klasifikasi ground sehinggamodel yang dihasilkan merepresentasikan kondisi permukaan tanah aktual, bebas dari vegetasi,bangunan, maupun objek non-permanen lainnya. Resolusi yang digunakan adalah 0,5 meter.Data DTM inilah yang digunakan sebagai basis utama dalam analisis topografi, pembuatankontur, serta perencanaan teknis yang memerlukan representasi akurat dari kondisi permukaantanah yang akan dimanfaatkan dalam pembuatan tambak garam.