Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN TEKNOLOGI TERRESTRIAL LASER SCANNER DALAM UPAYA KONSERVASI BANGUNAN CAGAR BUDAYA Ulya Agustin; Rochmad Muryamto; Hanif Ilmawan
Pangripta Sembada : Jurnal Perencanaan Pembangunan Vol 1 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan cagar budaya adalah bangunan yang memiliki nilai sejarah penting sehingga perlu dijaga keaslian arsitekturnya. Salah satu bangunan cagar budaya yang ada di Yogyakarta adalah Gedung Iso Reksohadiprodjo. Gedung tersebut merupakan bagian dari Kompleks Pantja Dharma yang kini digunakan oleh Sekolah Vokasi UGM sebagai fasilitas perkuliahan. Untuk menjaga keaslian atau konservasi bangunan perlu dilakukan pendokumentasian yang nantinya berguna apabila ingin dilakukan restorasi bangunan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mendokumentasikan gedung ini adalah dengan menggunakan alat Terrestrial Laser Scanner (TLS). Penggunaan TLS ini menghasilkan data point clouds dengan akurasi tinggi dengan dibuktikan dengan perhitungan ketelitian point clouds. Akuisisi data pada eksterior gedung menggunakan metode registrasi cloud to cloud dan diolah dengan perangkat lunak Autodesk Recap Pro. Ketelitian data point clouds diuji dengan membandingkan 30 sampel jarak yang diukur menggunakan alat distometer dan alat TLS, kemudian pengujian menggunakan RMSE. Selain itu, ketelitian posisi horizontal dan vertikal dianalisis menggunakan sembilan sampel untuk menghitung perbedaan koordinat antara point clouds dan koordinat lapangan. Hasil akhir dari penelitian ini berupa dokumentasi eksterior Gedung Iso Reksohadiprodjo dalam bentuk point clouds dengan ketelitian point clouds sebesar 0,003 m, ketelitian posisi horizontal sebesar 0,054 m, dan ketelitian posisi vertikal sebesar 0,131 m. Dengan akurasi tersebut, upaya restorasi atau konservasi dapat dilakukan berdasarkan model 3D point clouds yang sangat mendekati kondisi asli bangunan. Hal ini dapat dijadikan acuan untuk analisis perubahan bangunan dari waktu ke waktu.
Pembuatan Peta Dasar Kalurahan Kaliagung Menggunakan Foto Udara dari Wahana Terbang Nir-Awak: Creation of Kaliagung Village Base Map Utilizing Aerial Photographs from Unmanned Aerial Vehicle Hanif Ilmawan; Rochmad Muryamto; Hidayat Panuntun; Muhammad Iqbal Taftazani; Erlyna Nour Arrofiqoh
Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Informatika Indonesia Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/komatika.v4i1.792

Abstract

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Dalam Negeri, Kalurahan Kaliagung masuk ke dalam kategori Desa Ektrem Miskin di Kulon Progo. Salah satu penyebabnya adalah kekayaan asli desa yang belum dikelola dengan baik. Dalam rangka mendukung pengelolaan kekayaan dan aset desa secara lebih integratif, maka diperlukan data dasar yang berkualitas. Salah satu data dasar yang dibutuhkan berupa peta dasar yang menggambarkan Kalurahan Kaliagung secara detail dan utuh. Peta dasar adalah salah satu dari Informasi Geospasial Dasar, yaitu penyajian lokasi geografis, dimensi atau ukuran, dan/atau karakteristik objek alam dan/atau buatan manusia di permukaan bumi pada skala dan sistem proyeksi tertentu yang berguna untuk alat bantu dalam pengambilan keputusan terkait ruang kebumian (Pasal 1 UU No. 4 tahun 2011). Pada pembuatan peta dasar Kalurahan Kaliagung, teknologi yang digunakan adalah pemotretan udara menggunakan wahana terbang nir-awak. Jenis wahana terbang yang digunakan adalah Vertical Take Off and Landing (VTOL). Pengukuran GCP dan ICP dilakukan dengan survei GNSS metode jaring. Hasil dari kegiatan ini berupa peta dasar dengan skala 1:6000. Data yang disajikan berupa foto udara, jaringan jalan, fasilitas umum, serta batas wilayah Kalurahan Kaliagung. Hasil pengujian menunjukkan peta dasar Kalurahan Kaliagung berada pada kelas 1 untuk ketelitian horizontal dan vertikal. Dengan demikian, peta dasar yang dihasilkan telah memenuhi regulasi yang berlaku (Peraturan BIG No. 18 Tahun 2021) sehingga dapat digunakan untuk analisis lanjutan.