Iwed Mulyani
PT Kilang Pertamina Internasional Unit Dumai

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kolaborasi Multistakeholder dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga Melalui Program Kampung KB di Kelurahan Laksamana, Kota Dumai Mukhammad Fatkhullah; Muhammad Alhada Fuadilah Habib; Iwed Mulyani
Jurnal Kesejahteraan dan Pelayanan Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi Mei
Publisher : Laboratorium Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UHO Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jkps.v5i1.24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kolaborasi multistakeholder melalui Program Kampung KB terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga di Kelurahan Laksamana Kota Dumai. Penelitian ini menggunakan metode campuran, yang menggabungkan metode partisipatif kualitatif dan analisis kuantitatif. Melibatkan 17 infroman yang berasal dari pejabat pemerintah, dinas-dinas terkait, kelompok masyarakat dan pihak swasta, penelitian ini menggali persepsi, pengalaman, dan kontribusi aktif masyarakat dan pemangku kepentingan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Analisis kuantitatif digunakan untuk mengukur dampak dan capaian program, meliputi data kasus penyalahgunaan narkoba, jumlah penerima bantuan pemerintah, dan indikator kesejahteraan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi multistakeholder di Kelurahan Laksamana dapat dilihat pada beberapa program: (1) Kampung Wisata Pesisir kerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah, (2) Kampung Bersih dari Narkoba kerja sama dengan BNN Kota Dumai, (3) Kampung Laksamana Bersih dari Narkoba (Kalam Bersinar) kerja sama dengan PT Kilang Pertamina Internasional, (4) Kampung Cinta Statistik kerja sama dengan Badan Pusat Statistik, dan (5) Kampung Tangguh Gemar Bertasbih kerja sama dengan Polres Kota Dumai. Adapun dampak positif dari kolaborasi multistakeholder tercermin dari penurunan signifikan pada jumlah penerima bantuan pemerintah, khususnya Program Keluarga Harapan (PKH) (16,67%) dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) (9,98%).