Peta dasar merupakan salah satu komponen penting untuk perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan. Ketersediaan citra orthomosaik sistematis SPOT 6/7 per tahun yang mencakup wilayah daratan Indonesia yang disediakan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dapat dimanfaatkan sebagai data geospasial dasar masukan untuk pemutakhiran peta dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas jumlah dan sebaran titik kontrol tanah (TKT) berdasarkan analisis diagram Voronoi untuk georektifikasi citra orthomosaik SPOT 6/7 dalam rangka memenuhi spesifikasi pemutakhiran peta dasar skala menengah. Jaringan jalan yang terdapat pada peta dasar 1:25.000 tersedia digunakan sebagai referensi dalam georektifikasi. Area penelitian mencakup dua provinsi yang memiliki jaringan jalan cukup merata, yaitu DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebaran TKT berdasarkan analisis diagram Voronoi akan diperbandingkan dengan sebaran TKT secara manual, masing-masing sebaran menggunakan 7, 20 dan 30 TKT. Kajian komprehensif terhadap enam skenario TKT tersebut dilakukan dengan menggunakan beberapa metode analisis spasial yaitu Root Mean Square Error (RMSE), autokorelasi spasial Indeks Moran dan geostatistik Kriging. Berdasarkan uji akurasi, penambahan jumlah TKT tidak meningkatkan ketelitian horizontal secara signifikan sebagaimana distribusi TKT. Secara umum, penggunaan sejumlah 30 TKT menghasilkan akurasi tertinggi pada kedua area penelitian. Selain itu, terlepas dari jumlah TKT, sebaran TKT berdasarkan analisis diagram Voronoi menghasilkan ketelitian horizontal yang lebih tinggi dibandingkan hasil georektifikasi dengan sebaran manual