Wiwin Windupranata
Kelompok Keahlian Hidrografi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGAMATAN JANGKA PENDEK PERILAKU ARUS DAN KEKERUHAN RELATIF PADA KANAL ANTAR-TERUMBU PASCA-PASANG PERBANI Studi Kasus: Perairan Pulau Panggang dan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu: (Short Term Observation of the Behaviour of Current and Relative Turbidity in an Inter-Reef Channel during the Post-Spring Tide, Case Study: Nearshore Waters of Pramuka and Panggang Islands, Seribu Islands) Poerbandono; Eka Djunarsjah; Wiwin Windupranata
Geomatika Vol. 26 No. 2 (2020): JIG Vol. 26 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini membahas perilaku jangka pendek arus dan kekeruhan relatif. Pembahasan didasarkan pada analisis data dari pengamatan lapangan di satu titik pada kedalaman sekitar 30 m. Titik pengamatan terletak di kanal antar-terumbu sekitar 600 m timur laut Pulau Pramuka ke arah Pulau Panggang. Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) berfrekuensi 614,4 kHz digunakan dalam pengukuran selama 25 jam dan 50 menit, sekitar dua hari setelah pasang perbani. ADCP mengukur profil arus dan hamburan balik dengan interval 1 m. Analisis dilakukan dengan menghubungkan saat perubahan kecepatan arus dengan pasut. Selain itu, kekeruhan relatif dihitung dari hamburan balik menggunakan persamaan kalibrasi empiris. Dari analisis, diperoleh korelasi positif antara tunggang pasut dengan kecepatan arus. Kecepatan arus tertinggi (yaitu 0,42 meter per detik) berkorelasi dengan saat air tinggi yang lebih rendah (lower high water). Kecepatan arus terdistribusi secara merata di sepanjang kolom air. Dibandingkan dengan di lapisan bawah, kecepatan arus di lapisan atas meningkat lebih cepat. Kekeruhan relatif yang dihitung dari hamburan balik menunjukkan bahwa material padat tersuspensi lebih banyak terkumpul di lapisan bawah. Peningkatan kekeruhan relatif diidentifikasi terjadi saat air rendah setelah air pasang tinggi (higher high water). Arah gerak arus saling berkebalikan dengan jumlah kejadian yang dua kali lebih banyak dan kecepatan arus yang dua kali lebih kuat ke arah ke arah 33o dibandingkan dengan ke arah 226o.
Pemodelan Hidrodinamika Perairan Subang: Analisis Awal Sebelum Pembangunan Pelabuhan Patimban Kholillah Yudicia Isnaeni; Mutiara Rachmat Putri; Wiwin Windupranata
Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i2.37913

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi hidrodinamika baik secara horizontal maupun vertikal di perairan Subang sebelum dilakukannya pembangunan Pelabuhan Patimban (2018). Simulasi dilakukan dengan menggunakan model numerik yang dikembangkan oleh Deltares (DELFT3D) untuk menghasilkan output berupa salinitas, suhu, dan arus secara 3D dengan 5 lapisan kedalaman serta tinggi muka air secara 2D. Simulasi menggunakan grid kotak yang seragam dan grid bersarang (domain 1 dan 2). Verifikasi dari model menunjukkan hasil yang baik yaitu 0,07-0,09 untuk RMSE dan 0,9 untuk CC. Hasil model menunjukkan bahwa kondisi hidrodinamika di perairan Subang didominasi oleh pasut secara umum, dan debit sungai saat kondisi high discharge. Adanya input debit sungai memungkinkan terjadinya stratifikasi secara vertikal pada perairan yang dangkal yang seharusnya merupakan mixed layer (seragam). Pengaruh debit sungai mengakibatkan nilai salinitas di Perairan Subang turun dari 33 ppt menjadi kurang dari 31 ppt dan nilai suhu dari 33ºC menjadi kurang dari 31ºC. Debit sungai juga mempengaruhi kondisi arus, ketika debit tinggi maka arus akan searah dengan debit dan magnitudo arus naik hingga 0,1 m/s secara vertikal dan >0,5 m/s secara horizontal di permukaan pada daerah dekat muara. Pengaruh debit sungai terhadap kondisi hidrodinamika di Perairan Patimban yang cukup signifikan menunjukkan bahwa dalam rencana pembangunan Pelabuhan Patimban perlu mempertimbangkan kondisi hidrodinamika dan debit sungai, sehingga kondisi alami Perairan Patimban tidak terganggu oleh aktivitas pelabuhan. This study describes horizontal and vertical hydrodynamic conditions in Subang waters before the construction of Patimban Port (2018). The simulation was carried out using a numerical model developed by Deltares (DELFT3D) to produce 3D outputs of salinity, temperature, and currents with five layers of depth and 2D tinggi muka air. The simulation uses a structured and nested grid (domains 1 and 2). Verification of the model shows good results, namely 0.07-0.09 for RMSE and 0.9 for CC. The model results show that tides dominated the hydrodynamic conditions in general. However, the river discharge generally dominates the hydrodynamic conditions in Subang waters during high discharge. River discharge inputs allow vertical stratification in shallow waters, which should be a mixed layer (uniform). The influence of river discharge resulted in a decrease in the salinity value in Subang waters from 33 ppt to <31 ppt and a temperature value from 33ºC to <31ºC. River discharge also affects the current condition. When the discharge is high, the current will be in the direction of the discharge. The high discharge condition makes the current magnitude rises to 0.1 m/s vertically and> 0.5 m/s horizontally on the surface near the estuary. The significant influence of river discharge on hydrodynamic conditions in Patimban Waters shows that the Patimban Port development plan needs to consider hydrodynamic conditions and river discharge, so that the natural conditions of Patimban Waters are not disturbed by port activities.