Winarto Silaban
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Sebbagai Pupuk Organik Bagi Tanaman Pada Kelompok Ibu Dharma Wanita Dinas PU Kabupaten Simalungun Winarto Silaban
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/t1m06643

Abstract

Minyak goreng memiliki batas pemakaian untuk dapat dikategorikan sehat. Minyak goreng biasanya dapat digunakan 3 - 4 kali penggorengan. Semakin banyak pengulangan penggunaan minyak goreng, maka potensi asam lemak jenuhnya akan semakin tinggi dan warnanyaakan berubah menjadi lebih pekat. Adanya pemanasan pada suhu tinggi yang lama dan berulang dapat menghasilkan senyawa peroksida yang berbahaya bagi kesehatan. Minyak yang sudah digunakan berulang kali tersebut dapat dikatakan sudah rusak dan kurang baik dikonsumsi karena dapat mengganggu kesehatan dan menimbulkan penyakit. Pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi pupuk organik menjadi awal yang baik bagi Kelompok Ibu Dharma Wanita Dinas PU Kabupaten Simalungun. Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan oleh Tim membuka wawasan ibu - ibu dalam meminimalisir produksi sampah, khususnya minyak goreng bekas, dan member gambaran tentang potensi daur ulang sampah yang dihasilkan dari kegiatan sehari-hari
Pelatihan kelompok tani PERGAS dalam mengelola Limbah Kulit menjadi Pupuk Organik serta pemanfaatan mesin pengupas kulit Kopi Ramah Lingkungan Winarto Silaban; Ady Frenly Simanullang; Winfronstein Naibaho
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/qwgxdx92

Abstract

Pemberdayaan dan pelatihan kelompok tani PERGAS bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola limbah kulit kopi menjadi pupuk organik yang berkualitas serta memanfaatkan mesin pengupas kulit kopi yang ramah lingkungan. Program ini dilaksanakan dengan pendekatan praktis yang melibatkan pelatihan langsung dan pendampingan teknis. Kegiatan ini mencakup pelatihan pengolahan limbah kulit kopi, penggunaan mesin pengupas, dan penerapan teknik pengolahan pupuk organik. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan efisiensi proses pengolahan kopi hingga 50% dan peningkatan hasil panen kopi sebesar 20%. Selain itu, penggunaan pupuk organik yang dihasilkan dari limbah kulit kopi tidak hanya meningkatkan kesuburan tanah tetapi juga mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, menciptakan dampak positif terhadap keberlanjutan lingkungan. Peningkatan pendapatan petani mencapai 15-20% melalui hasil penjualan kopi dan pupuk organik, yang berdampak langsung pada kesejahteraan mereka. Program ini juga mendorong keterlibatan aktif anggota kelompok tani, meningkatkan rasa kepemilikan terhadap usaha pertanian mereka. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan petani melalui pelatihan dan teknologi ramah lingkungan dapat membawa perubahan signifikan dalam praktik pertanian, meningkatkan produktivitas, dan keberlanjutan ekonomi bagi kelompok tani PERGAS. Rencana tindak lanjut mencakup pelatihan lanjutan, diversifikasi produk, dan penguatan jaringan kerjasama untuk menjaga keberlanjutan dan memperluas dampak positif di masa mendatang.
Sosialisasi Pembelajaran Kontekstual dalam Pengembangan Kurikulum Merdeka di SMA Bina Guna Tanah Jawa Gunaria Siagian; Winarto Silaban
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/872tqr38

Abstract

Pada saat observasi yang dilakukan di SMA Bina Guna Tanah Jawa  guru masih belum maksimal dalam menggunakan model pembelajaran menyebabkan kurang maksimalnya siswa dalam mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) dan penyesuaian model pembelajaran terhadap kurikulum merdeka belajar yang menuntut proses berpusat pada siswa. Tambahan permasalahan lainnya yang dihadapi sekolah mitra adalah rendahnya variasi media pembelajaran, lemahnya keterampilan guru dalam menggunakan teknologi, serta rendahnya minat siswa dalam mengikuti proses belajar. Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim PkM melaksanakan beberapa tahapan kegiatan, yaitu: observasi dan analisis kebutuhan, penyusunan materi pelatihan, sosialisasi, pelatihan praktik pembuatan media, pendampingan penerapan pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran, serta evaluasi melalui kuesioner dan wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru mampu menerapkan pembelajaran kontekstual dalam penerapan kurikulum merdeka yang berpusat pada siswa. Siswa juga menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan belajar. Selain itu, keterampilan siswa menjadi bertambah terkhsus pada bidang psikomotorik yang mengembangan daya pikir dan bakat siswa sesuai kebutuhan siswa itu sendiri. Dengan demikian, sosialisasi pembelajaran kontekstual memberikan dampak positif dalam mendukung pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan kemampuan siswa yang berbeda-beda tuntutan pendidikan abad 21 dan capaian dari kurikulum merdeka belajar. Kegiatan ini diharapkan dapat berlanjut dengan pendampingan berkesinambungan dan replikasi di sekolah lain agar manfaatnya semakin luas