Orlen Adzano Putra Bayu
Jurusan Kriminologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Studi Global Universitas Budi Luhur Jakarta Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Media dan Representasi: Analisis Kriminologis Pemberitaan Media Terhadap Perempuan Pelaku Pembunuhan: Media and Representation: A Criminological Analysis of Media Reporting on Women Perpetrators of Murder in Indonesia Amirah Hi Wahab; Orlen Adzano Putra Bayu
JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia Vol. 6 No. 1 (2024): JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/jpai.6.1.2024.55923

Abstract

A Women are constructed by the patriarchal society as weak and gentle, loving, forgiving, polite and well-mannered. Which is then passed down into a patriarchal culture, patriarchal culture makes men in a dominant position towards the community environment, and women only submit to listening and following orders. Patriarchal culture in practice constructs a perspective or thought and view that women are just an object (property) to be owned. In the tightness felt by women with feelings of being marginalized by a society that contributes to patriarchal practices, it implies that women find it difficult to move out of the domestic space into a wider public space. The media becomes one of the agents that carry values and norms that implement the practice of marginalizing women. This article will discuss the framing and construction of the media embedded in female murderers in Indonesia, which is part of the media's representation of women as perpetrators of murder. This research also reviews from a criminological aspect. The method used is a qualitative approach with text analysis method and data management in the form of document study and text observation.   ABSTRAK Perempuan dikonstruksi oleh masyarakat pelaku patriarki sebagai sosok yang lemah dan lembut, penyayang, pemaaf, sopan dan santun. Yang kemudian diturun-temurunkan menjadi sebuah budaya yang patriarki, budaya patriarki membuat laki-laki berada dalam posisi yang dominan terhadap lingkungan masyarakat, dan perempuan hanya tunduk mendengar dan mengikuti perintah. Budaya patriarki dalam praktiknya mengkonstruksi sebuah prespektif atau pemikiran serta pandangan bahwa perempuan hanyalah sebuah objek (properti) untuk dimiliki. Dalam kesesakkan yang dirasakan perempuan dengan perasaan yang termarginalkan oleh masyarakat yang turut andil dalam praktik patriarki mengimplikasikan perempuan susah untuk keluar dari ruang gerak domestik ke ruang publik yang lebih luas. Media justru menjadi salah satu agen pembawa nilai dan norma yang menerapkan praktik marginalisasi perempuan. Dalam artikel ini akan dibahas terkait framing dan konstruksi media yang disematkan kepada para perempuan pelaku pembunuhan di Indonesia yang merupakan bagian dari representasi media terhadap perempuan sebagai pelaku pembunuhan. Penelitian ini juga meninjau dari aspek kriminologis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks dan pengolaan data berupa studi dokumen dan observasi teks.